MAKASSARTIME.COM– Masa reses ketiga Anggota DPRD Kota Makassar telah berakhir. Sejumlah persoalan mendasar masih mendominasi aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada para legislator, terutama terkait Keamanan lingkungan, infrastruktur drainase, perbaikan jalan.
Anggota DPRD Kota Makassar Komisi D Fraksi Hanura, Muchlis Misbah, mengatakan mayoritas warga yang ditemuinya selama pelaksanaan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Makassar, Rappocini dan Ujung Pandang masih mengeluhkan persoalan drainase yang belum tertangani secara optimal.
Menurut Muchlis, selama lima hari pelaksanaan reses yang berlangsung dari Selasa hingga Sabtu di delapan titik, masyarakat banyak menyampaikan permintaan penggalian drainase yang mengalami sedimentasi, pembangunan drainase baru,hingga perbaikan jalan lingkungan sampai keamanan lingkungan.
“Permintaan masyarakat masih seputar drainase dan jalanan. Selain itu, ada juga usulan pemasangan CCTV serta keluhan terkait keamanan di Kota Makassar,” ujar Muchlis.
Ia mengungkapkan, salah satu temuan yang menjadi perhatian berada di Kelurahan Kassi-Kassi, tepatnya di Jalan Beringin 10, yang hingga kini belum memiliki saluran drainase.
“Di daerah Kassi-Kassi, tepatnya di Beringin 10, saya menemukan jalan yang memang sama sekali belum memiliki drainase. Kondisi ini tentu perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah kota,” katanya.
Selain pembangunan drainase baru, Muchlis juga menyoroti banyaknya saluran drainase yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi sehingga memerlukan pengerukan secara berkala untuk mengembalikan fungsi saluran air.
“Banyak drainase yang perlu dilakukan penggalian karena sedimennya sudah meninggi. Ini yang sering menjadi penyebab aliran air tidak lancar,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa DPRD telah menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat tersebut kepada Pemerintah Kota Makassar agar segera ditindaklanjuti. Menurutnya, penanganan drainase harus dilakukan secara menyeluruh agar persoalan yang sama tidak terus berulang setiap tahun.
Baca Juga:
Makassar Borong Juara GSI Sulsel 2026, Beasiswa Disiapkan
Munafri Arifuddin Turun ke SPBU, Hadir di Tengah Keluhan Warga
“Kami bukan eksekutor. Tugas kami menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah kota. Karena itu kami berharap persoalan drainase dapat ditangani secara serius sehingga tidak terjadi pekerjaan yang berulang,” tegas Muchlis.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah maupun menyapu pasir ke dalam saluran drainase yang dapat menyebabkan penyumbatan.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang atau menyapu pasir ke dalam selokan saat membersihkan lingkungan. Penanganan drainase tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif warga,” pungkasnya.
Hasil reses tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan DPRD Kota Makassar untuk diteruskan kepada Pemerintah Kota Makassar sebagai dasar penyusunan program pembangunan dan pelayanan publik yang lebih tepat sasaran.
Baca Juga:
Kisruh BBM dan LPG di Sulsel, Warakaf Desak Presiden Copot Bahlil
Lisa Melinda, Lady Biker Rasakan Manfaat GTA Aerox: Jangan Ragu Ikutan
Kurangi Mobilitas, Pemkot Makassar Terapkan Pembelajaran Daring PAUD Hingga SMP Mulai Besok








