Pemilahan Sampah dari Rumah Didorong Lewat Lomba Kebersihan di Tamangapa

- Pewarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSARTIME.COM — Warga Cluster Berlian Permai, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar, mendorong kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Upaya itu dilakukan melalui Lomba Kebersihan dan Pengelolaan Persampahan yang diikuti 14 zona atau blok di kawasan perumahan tersebut pada 18–20 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi penyelenggaraan kedua setelah pertama kali digelar pada 2025. Lomba tidak hanya ditujukan untuk menentukan blok terbersih, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran warga agar pengelolaan sampah dimulai dari sumber.

Penilaian dilakukan oleh tim juri independen yang terdiri atas unsur Dewan Lingkungan Kota Makassar, Pemerintah Kelurahan Tamangapa, dan Yayasan Butta Porea Indonesia.

Koordinator tim juri, Mashud Azikin, yang juga anggota Dewan Lingkungan Kota Makassar, memimpin proses edukasi dan verifikasi lapangan selama kegiatan berlangsung.

Ada empat aspek yang menjadi indikator penilaian, yakni kebersihan lingkungan, inovasi pengelolaan sampah, estetika kawasan, dan partisipasi warga.

Pada aspek kebersihan, juri memeriksa kondisi drainase, jalan lingkungan, serta pekarangan untuk memastikan tidak terdapat timbulan sampah.

Sementara itu, inovasi pengelolaan sampah mencakup praktik pemilahan dari sumber, pengomposan mandiri, hingga pemanfaatan bank sampah.

Penilaian estetika meliputi penataan tanaman hias, penghijauan lorong, dan kerapian kawasan setiap blok. Adapun partisipasi warga dinilai dari keterlibatan dan kekompakan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara swadaya.

Mashud mengatakan, penilaian tidak semata-mata berorientasi pada kebersihan fisik kawasan. Menurut dia, perubahan perilaku warga dalam memperlakukan sampah menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

“Yang kita nilai bukan hanya bersihnya halaman. Yang lebih penting adalah apakah warga sudah mulai mengubah cara pandang terhadap sampah, dari sesuatu yang harus dibuang menjadi sesuatu yang harus dipilah dan dikelola,” ujar Mashud saat penjurian.

Momentum perubahan sistem persampahan

Pelaksanaan lomba bertepatan dengan perubahan kebijakan persampahan di Kota Makassar. Sejak 1 Agustus 2026, pemilahan sampah dari sumber mulai diberlakukan sebagai bagian dari upaya mengubah pola pengelolaan sampah, dari sekadar mengangkut dan membuang menjadi mengurangi, memilah, dan mengolah sejak dari rumah.

Kebijakan tersebut juga berjalan seiring dengan penghentian praktik pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping di TPA Tamangapa.

Perubahan sistem tersebut membuat pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga menjadi semakin penting. Sampah yang tercampur sejak awal akan lebih sulit dipilah dan dimanfaatkan kembali sehingga berpotensi menambah beban pengelolaan di tingkat kota.

Karena itu, pemilahan dari sumber menjadi salah satu mata rantai penting dalam membangun sistem persampahan yang lebih berkelanjutan.

Mashud menilai kawasan permukiman memiliki posisi strategis dalam perubahan tersebut. Kebijakan pemerintah, kata dia, akan sulit berjalan optimal jika tidak diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari di tingkat rumah tangga.

Tamangapa dorong perubahan

Cluster Berlian Permai berada di Kelurahan Tamangapa, kawasan yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai lokasi TPA Tamangapa.

Kondisi itu membuat kawasan permukiman di sekitarnya memiliki posisi penting dalam perubahan pengelolaan sampah di Makassar. Tamangapa diharapkan tidak hanya dikenal sebagai lokasi tempat sampah kota berakhir, tetapi juga sebagai kawasan yang mampu menunjukkan praktik pengelolaan sampah sejak dari sumber.

Lomba kebersihan yang melibatkan seluruh blok menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan tersebut. Kompetisi mendorong warga berbenah, tetapi tujuan utamanya adalah membangun kesadaran dan sistem pengelolaan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Sampah organik, misalnya, dapat diarahkan untuk pengomposan atau pengolahan lainnya. Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah atau rantai daur ulang.

Dengan pola tersebut, hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang seharusnya masuk ke tempat pemrosesan akhir.

Tidak berhenti setelah lomba

Tantangan utama kegiatan kebersihan di tingkat permukiman bukan hanya menciptakan kawasan yang bersih ketika penilaian berlangsung. Hal yang lebih penting adalah menjaga kebiasaan tersebut setelah lomba berakhir.

Karena itu, kegiatan tahunan di Cluster Berlian Permai diharapkan berkembang menjadi gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berlangsung secara konsisten.

Kawasan permukiman juga berpeluang menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular dalam skala lingkungan. Sampah organik dapat kembali menjadi kompos atau bahan olahan, sampah anorganik bernilai ekonomi masuk ke rantai daur ulang, sedangkan residu ditekan seminimal mungkin.

Dalam konteks penghentian open dumping di TPA Tamangapa, perubahan perilaku tersebut menjadi bagian penting dari kebutuhan membangun sistem persampahan yang lebih aman bagi lingkungan dan masyarakat.

Dari 14 blok di sebuah kawasan perumahan, perubahan itu mungkin terlihat sederhana. Namun, jika kebiasaan memilah sampah dari rumah berkembang menjadi budaya bersama, gerakan tersebut dapat menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah Kota Makassar.

Sebab, persoalan sampah tidak bermula di tempat pemrosesan akhir. Sampah bermula dari rumah, sehingga perubahan sistem persampahan juga harus dimulai dari sana.

Berita Terkait

Munafri Buka Ruang Aspirasi Pemuda untuk Pembangunan Makassar
Pemkot Makassar Rayakan HUT ke-419 Lewat Aksi Sosial: Bedah Rumah hingga Donor Darah
Hingga Akhir Oktober, Kebakaran di Makassar Capai 402 Kasus
Wali Kota Munafri Bawa Program Makassar Berjasa Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026
Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola
Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi
Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Jepang
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Munafri Buka Ruang Aspirasi Pemuda untuk Pembangunan Makassar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Pemkot Makassar Rayakan HUT ke-419 Lewat Aksi Sosial: Bedah Rumah hingga Donor Darah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Hingga Akhir Oktober, Kebakaran di Makassar Capai 402 Kasus

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Wali Kota Munafri Bawa Program Makassar Berjasa Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola

Berita Terbaru

Info Makassar

Munafri Buka Ruang Aspirasi Pemuda untuk Pembangunan Makassar

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:15 WIB

Info Makassar

Hingga Akhir Oktober, Kebakaran di Makassar Capai 402 Kasus

Rabu, 28 Okt 2026 - 13:11 WIB

Info Makassar

Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:00 WIB