MAKASSARTIME.COM — Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) dan sulitnya memperoleh LPG di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) menuai sorotan. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan masih adanya persoalan dalam tata kelola dan distribusi energi yang perlu segera ditangani pemerintah.
Tokoh Pemuda Sulsel, Muhammad Warakaf, mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait persoalan tersebut.
Warakaf bahkan meminta Presiden mencopot Bahlil dari jabatannya apabila persoalan kelangkaan dan distribusi BBM serta LPG tidak segera diselesaikan.
Menurut mantan pengurus Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu, persoalan BBM dan LPG tidak boleh terus berulang karena keduanya menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah, kata dia, harus memastikan ketersediaan dan distribusi energi, terutama BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram, berjalan dengan baik hingga ke tingkat masyarakat.
“Kalau kita lihat saat ini, setiap beberapa kilometer ada antrean hingga berjam-jam,” kata Warakaf.
Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan. Menurutnya, keterbatasan BBM bahkan berpotensi memicu kericuhan di sejumlah SPBU.
“Beberapa hari ini potensinya terjadi chaos karena beberapa SPBU sudah ada yang terjadi (kericuhan),” ujarnya.
Warakaf mengatakan dampak kelangkaan BBM juga dirasakan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk mobilitas anak sekolah dan pemenuhan kebutuhan lainnya.
Baca Juga:
Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola
Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi
Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Jepang
“Kalau begini, kita juga susah, apalagi anak sekolah, dan kebutuhan terbatas akibat kelangkaan BBM ini,” katanya.
Menurut Warakaf, pemerintah tidak cukup hanya memastikan ketersediaan stok BBM secara nasional. Pemerintah juga harus menjamin distribusi berjalan lancar hingga ke SPBU, serta memastikan LPG tersedia hingga tingkat pangkalan.
Ia menilai masyarakat tidak seharusnya mengalami kesulitan memperoleh BBM maupun LPG apabila pemerintah menyatakan pasokan energi dalam kondisi mencukupi.
Karena itu, Warakaf mendesak Presiden Prabowo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sektor energi, termasuk kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM.
Baca Juga:
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027
Appi Pimpin Demokrat Sulsel, Konsolidasi dan Pengurus Dikebut
Kenang Perjuangan Politik Bersama, AHY Sambut Hangat Appi di Demokrat Sulsel
“Persoalan energi ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kalau masyarakat terus kesulitan mendapatkan BBM dan LPG, maka kinerja menteri terkait harus dievaluasi,” katanya.
Warakaf juga meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengurai antrean BBM, memastikan distribusi LPG kembali normal, serta mencegah persoalan kelangkaan dan antrean panjang kembali terjadi.
Ia menegaskan persoalan energi harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan berpotensi memicu konflik apabila tidak segera ditangani.
“Masyarakat meminta pertanggungjawaban Bahlil selaku Menteri ESDM terkait persoalan energi ini,” pungkasnya.








