Jelajah Sampah Ujung Pandang Jadi Titik Ke-10 Edukasi Pengelolaan Sampah di Makassar

- Pewarta

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSARTIME.COM — Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengajak masyarakat menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan yang dimulai dari rumah. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Jelajah Sampah Kecamatan Ujung Pandang di Anjungan Pantai Losari, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan titik ke-10 dari rangkaian Jelajah Sampah yang akan digelar di 15 kecamatan se-Kota Makassar, termasuk wilayah kepulauan. Program ini menjadi bagian dari gerakan edukasi untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung transformasi sistem pengelolaan sampah menuju kota yang bersih dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Melinda menegaskan bahwa perubahan sistem pengelolaan sampah bukan sekadar kebijakan Pemerintah Kota Makassar, tetapi juga sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong agar hanya sampah residu dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Oleh karena itu, pemilahan sampah dari sumber dinilai menjadi langkah yang tidak dapat lagi ditunda.

“Kalau kita ingin TPA bertahan lebih lama dan lingkungan tetap sehat, maka pekerjaan itu harus dimulai dari rumah. Sampah organik diolah, sampah yang masih bernilai dipilah, dan hanya residu yang dibawa ke TPA. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Melinda mengatakan pembenahan di TPA Tamangapa telah menunjukkan perkembangan positif. Area utama yang sebelumnya menjadi sumber bau kini sebagian besar telah ditutup dengan tanah sehingga kondisinya jauh lebih baik. Selain itu, pengelolaan TPA mulai menerapkan sistem zonasi antara area aktif dan area tidak aktif sebagai bagian dari penataan yang lebih modern.

Meski demikian, menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat.

Ia menilai RT, RW, lurah, camat, hingga kader TP PKK memiliki peran strategis sebagai ujung tombak edukasi. Mereka diharapkan menjadi teladan dengan menerapkan pemilahan sampah di rumah masing-masing sebelum mengajak masyarakat melakukan hal serupa.

“Jangan pernah lelah mengingatkan warga. Edukasi memang membutuhkan proses, tetapi perubahan selalu dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” katanya.

Melinda juga mendorong perangkat wilayah memahami berbagai metode pengolahan sampah mandiri, seperti komposter, biopori, eco-enzyme, hingga budidaya maggot. Dengan demikian, edukasi kepada masyarakat tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat dipraktikkan secara langsung.

Secara khusus, ia menyoroti tantangan Kecamatan Ujung Pandang yang merupakan pusat aktivitas Kota Makassar. Selain memiliki keterbatasan lahan untuk mengolah sampah organik, kawasan tersebut juga menjadi lokasi sekitar 100 pelaku usaha sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) yang menghasilkan volume sampah organik cukup besar setiap hari.

Karena itu, Melinda menilai diperlukan kolaborasi lintas sektor agar solusi pengelolaan sampah dapat disesuaikan dengan karakteristik setiap wilayah.

“Kami bersama Pemerintah Kota Makassar, Dewan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup, dan pemerintah kecamatan terus berkoordinasi mencari solusi terbaik. Setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda sehingga pendekatannya juga harus disesuaikan. Yang terpenting, semangat untuk berubah tidak boleh berhenti,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta mengikuti kelas edukasi mengenai pembuatan biopori, eco-enzyme, budidaya maggot, serta pemanfaatan komposter sebagai solusi pengolahan sampah organik dari sumber.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmi Budiman, mengatakan pemerintah terus memperkuat implementasi kebijakan pengelolaan sampah dengan mengubah pendekatan dari tahap pendampingan menuju sistem pengawasan yang lebih tegas. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kedisiplinan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Menurut Helmi, pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan menghindari sanksi, tetapi juga membangun budaya baru yang lebih peduli terhadap lingkungan. DLH Kota Makassar berkomitmen mendorong pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim.

Pada kesempatan tersebut, DLH Kota Makassar juga menyerahkan satu unit kendaraan roda tiga Viar kepada UPT Pantai Losari Kecamatan Ujung Pandang untuk mendukung operasional pengangkutan sampah di kawasan tersebut.

Kegiatan diawali dengan aksi plogging di kawasan Pantai Losari yang berhasil mengumpulkan 49 kilogram sampah, terdiri atas 10 kilogram sampah organik, 25 kilogram sampah anorganik, dan 14 kilogram sampah residu.

Selanjutnya, peserta mengikuti talkshow yang menghadirkan narasumber dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi-Maluku dan Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar. Diskusi tersebut membahas pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat sebagai upaya mewujudkan Kota Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Appi Ajak RT/RW Bangun Lingkungan Produktif Berbasis Pemberdayaan Warga
Lepas Peserta SMAnSA Run 2026, Appi Turut Taklukkan Kategori 10K
Kebakaran Tallo Hanguskan 56 Rumah, Pemkot Makassar Percepat Penanganan
Pemkot Makassar Tuntaskan Serah Terima Pengelolaan Gedung DPRD
Inovasi ‘PAMUNGKAS’ Bapenda Makassar: Cek Data, Cetak SPPT hingga Bayar Pajak Bisa dari Rumah
BPBD Makassar Usung SIGAP PESISIR dalam Ajang Inovasi Kemendagri
Dinas PU Makassar Normalisasi Drainase Jalan Pengayoman Usai Aduan Warga di Lontara Plus
H-3 Wajib Pilah Sampah, Appi Sebut Masih Ada RT/RW Belum Sosialisasi ke Warga

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Jelajah Sampah Ujung Pandang Jadi Titik Ke-10 Edukasi Pengelolaan Sampah di Makassar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Appi Ajak RT/RW Bangun Lingkungan Produktif Berbasis Pemberdayaan Warga

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Lepas Peserta SMAnSA Run 2026, Appi Turut Taklukkan Kategori 10K

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:24 WIB

Kebakaran Tallo Hanguskan 56 Rumah, Pemkot Makassar Percepat Penanganan

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:10 WIB

Pemkot Makassar Tuntaskan Serah Terima Pengelolaan Gedung DPRD

Berita Terbaru

Opini

Dari Kebiasaan Membuang Menuju Budaya Mengelola Sampah

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:49 WIB

Info Makassar

Lepas Peserta SMAnSA Run 2026, Appi Turut Taklukkan Kategori 10K

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:21 WIB