Appi Lepas Ekspor Perdana Gurita PT NNS ke Jepang

- Pewarta

Senin, 15 Desember 2025 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

MAKASSARTIME.COM– Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi melepas ekspor perdana komoditas gurita (octopus) ke Jepang yang dilakukan oleh PT Nirvana Niaga Sejahtera (NNS), Senin (15/12/2025).

Pelepasan ekspor ini menjadi penanda kuatnya komitmen Kota Makassar dalam mendorong hilirisasi sektor pangan laut sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.

Launching ekspor ditandai dengan pemasangan segel secara simbolis pada pintu truk kontainer oleh Munafri bersama Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara, serta Direktur Utama PT Nirvana Niaga Sejahtera, Nurhadi Samad.

Munafri menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah PT NNS yang dinilainya visioner dalam melihat potensi laut di sekitar Makassar dan Sulawesi Selatan.

Ia menegaskan, ekspor komoditas kelautan seperti ini diharapkan bisa terjadi secara berkelanjutan dan rutin karena berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita ini dikelilingi laut, tapi ironis kalau kekayaannya tidak memberi nilai tambah bagi masyarakat. Apa yang dilakukan PT Nirvana hari ini adalah contoh konkret bagaimana potensi lokal diolah dengan serius hingga memenuhi standar global dan akhirnya diekspor,” ujar Munafri.

Munafri menilai, komoditas gurita yang selama ini kerap dipandang sebelah mata justru memiliki permintaan tinggi di pasar internasional, khususnya Jepang yang dikenal sebagai salah satu konsumen seafood terbesar di dunia.

Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa produk perikanan lokal Makassar mampu bersaing, asalkan dikelola dengan standar kualitas dan proses yang tepat.

Pada kesempatan yang sama, Munafri menekankan pentingnya hilirisasi sebagai kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, termasuk masyarakat yang tinggal di pulau-pulau Spermonde, Pemkot Makassar terus mendorong program pemberdayaan yang membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi nelayan.

“Bagi kami di pemerintah kota, ini bukan sekadar ekspor. Ini tentang membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan nelayan pulau, dan memastikan mereka tidak hanya menjual hasil tangkapan mentah, tetapi mendapatkan nilai tambah,” tegasnya.

Munafri juga berharap keberhasilan PT NNS dapat menjadi pemantik bagi pelaku usaha lain untuk ikut menggarap potensi kelautan Makassar dan Sulawesi Selatan.

Ia menilai, kedekatan bahan baku dengan lokasi pengolahan menjadi keunggulan tersendiri karena mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi.

Direktur Utama PT Nirvana Niaga Sejahtera, Nurhadi Samad, menjelaskan bahwa permintaan dari mitra Jepang tidak dibatasi volume.

Total produk frozen cephalopods (gurita) yang di ekspor dengan volume awal sebanyak satu kontainer 20 feet atau sekitar 14–15 ton ke Jepang.

“Untuk tahap awal kami kirim satu kontainer 20 feet, sekitar 14–15 ton. Permintaan mereka sangat besar dan tidak mengenal batas volume, berapapun bisa diserap,” jelasnya.

Sementara, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Dandy Satria Iswara, memberikan apresiasi dan berharap pelepasan ekspor perdana ini menjadi langkah awal bagi penguatan ekosistem industri perikanan di Makassar.

Sekaligus, lanjutnya, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam perdagangan pangan laut dunia.

“Tentu ini bukti bahwa baik itu PT NNS, baik itu Kota Makassar dan Indonesia, produk perikanan kita bisa memenuhi standar global,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Makassar Tampil di Panggung Diplomasi Internasional Lewat Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026
Kadisdik Makassar Turun Langsung Pantau SPMB Domisili, Tegaskan Seleksi Transparan dan Akuntabel
Di Balik Euforia MHM 2026: Berlari Sehat dan Kampanyekan Lingkungan Sehat
Kuasai Fasum 30 Tahun, Lapak PKL di Maccini Gusung Ditertibkan
GMTD Serahkan 7 Klaster PSU di Tanjung Bunga ke Pemkot Makassar, Nilainya Capai Rp6,35 Triliun
Ketika Sawah Sekarat dan Kota Menjadi Kunci
Uji Publik RUU HAM Tekankan Perlindungan Hak yang Lebih Responsif
Kuliah Umum di FH Unhas, Appi Nostalgia Dari Penyiar Radio hingga Wali Kota Makassar

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:39 WIB

Makassar Tampil di Panggung Diplomasi Internasional Lewat Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 16:08 WIB

Kadisdik Makassar Turun Langsung Pantau SPMB Domisili, Tegaskan Seleksi Transparan dan Akuntabel

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:20 WIB

Di Balik Euforia MHM 2026: Berlari Sehat dan Kampanyekan Lingkungan Sehat

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:46 WIB

Kuasai Fasum 30 Tahun, Lapak PKL di Maccini Gusung Ditertibkan

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:54 WIB

GMTD Serahkan 7 Klaster PSU di Tanjung Bunga ke Pemkot Makassar, Nilainya Capai Rp6,35 Triliun

Berita Terbaru

Info Makassar

BPBD Makassar Usung SIGAP PESISIR dalam Ajang Inovasi Kemendagri

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:27 WIB