MAKASSARTIME.COM— Kebakaran melanda Asrama Kodam Mattoanging di Jalan Kakatua dan Jalan Cenderawasih, Makassar, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 13.30 WITA. Sebanyak 23 rumah dilaporkan terbakar dalam peristiwa tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan laporan kebakaran diterima Mako Damkar sekitar pukul 13.41 WITA. Saat itu, api sudah membesar dan dengan cepat merambat.
“Laporan masuk ke Mako pada pukul 13.41 WITA saat api sudah membesar. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih selama satu jam hingga satu jam 20 menit,” kata Fadli Wellang
Menurut Fadli, dugaan awal kebakaran berkaitan dengan kondisi kelistrikan. Sebelum api muncul, kawasan tersebut sempat mengalami pemadaman listrik. Tidak lama setelah aliran listrik kembali menyala, kebakaran terjadi.
“Iya, betul. Namun, itu baru perkiraan awal, kami belum bisa memastikan,” ujar Fadli.
Fadli menegaskan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tim di lapangan masih melakukan pendalaman untuk memastikan titik awal dan penyebab munculnya api.
Untuk memadamkan api, Damkar Makassar mengerahkan 26 armada yang terdiri atas 25 unit mobil pemadam dan satu unit kendaraan penyelamatan. Sebanyak 78 personel turut diterjunkan ke lokasi.
“Armada yang dikerahkan sekitar 25 unit pemadam ditambah satu unit rescue, total 26 unit, dengan jumlah personel kurang lebih 78 orang,” katanya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu hingga satu jam 20 menit. Petugas menghadapi kendala berupa akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit serta tiupan angin kencang.
Baca Juga:
Kisruh BBM dan LPG di Sulsel, Warakaf Desak Presiden Copot Bahlil
Lisa Melinda, Lady Biker Rasakan Manfaat GTA Aerox: Jangan Ragu Ikutan
Kurangi Mobilitas, Pemkot Makassar Terapkan Pembelajaran Daring PAUD Hingga SMP Mulai Besok
“Kendala utama adalah akses jalan yang cukup kecil serta tiupan angin yang sangat kencang di lokasi. Hal ini mempercepat penyebaran dan pembesaran api,” kata Fadli.
Hingga proses pemadaman selesai, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
23 KK Terdampak
Komandan Koramil (Danramil) 1408-06/Mamajang di bawah Kodim 1408/Makassar, Mayor Arh H. Jamaluddin, mengatakan kebakaran berdampak terhadap 23 kepala keluarga (KK).
Baca Juga:
Dugaan Kelalaian RS Paramount dalam Kematian Cucu Taufan Pawe, Keluarga Siapkan Langkah Hukum
Cek Antrean BBM, Appi Minta Seluruh Fasilitas SPBU Difungsikan
Pertamina Klaim Stok BBM Aman, Warga Makassar Masih Antre Berjam-jam
Jamaluddin mengatakan warga yang berada di dalam kompleks sempat beraktivitas saat kebakaran terjadi. Mereka kemudian menyelamatkan diri setelah api membesar dan cepat merambat akibat tiupan angin.
“Ada aktivitas warga, tetapi mereka langsung menyelamatkan diri masing-masing karena api dengan cepat membesar terbawa angin. Jumlah kepala keluarga yang terdampak sementara ada 23 KK,” kata Jamaluddin.
Menurut Jamaluddin, titik awal api masih ditelusuri. Penyebab pasti kebakaran juga masih menunggu hasil penyelidikan tim di lapangan.
“Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Saat kebakaran terjadi, aliran listrik di sekitar lokasi turut dipadamkan untuk mendukung proses pemadaman. Jamaluddin mengatakan PLN merespons cepat dengan memutus aliran listrik di lokasi.
“Saat kejadian listrik sempat dipadamkan. Respons dari pihak PLN sangat cepat untuk langsung memadamkan arus,” katanya.
Baca Juga:
Antrean BBM Tak Kunjung Terurai, Appi Minta Atur Jadwal Antrean Bus dan Truk di SPBU
GTA Vol.3 Yamaha Aerox Kembali Digelar di Makassar, All Riders Aerox Dipanggil
Pemerataan Pendidikan Sampai Wilayah Kepulauan Antar Makassar Raih Penghargaan Nasional
Jamaluddin mengatakan nilai kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan. Pendataan terhadap kerusakan bangunan dan kemungkinan kendaraan yang ikut terbakar masih dilakukan.
“Belum bisa dipastikan, nanti akan dijelaskan setelah proses pendataan selesai,” ujarnya.
Untuk menampung warga yang terdampak, aparat berencana menyiapkan posko pengungsian di lapangan yang berada di tengah kompleks, dekat masjid. Lokasi tersebut masih dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.
“Rencananya akan disiapkan posko pengungsian di lapangan yang ada di tengah kompleks, dekat masjid. Saat ini kami masih menunggu koordinasi dengan BPBD untuk menentukan lokasi terbaik, termasuk penyiapan dapur umum,” kata Jamaluddin.
Jamaluddin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Polri, TNI, serta tim pemadam kebakaran dari Kodim 1408/Makassar.








