MAKASSARTIME.COM — Sebanyak 445,04 kilogram sampah dikumpulkan dalam kegiatan Jelajah Sampah dan aksi bersih-bersih di Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar bersama Dewan Lingkungan Kota Makassar tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemilahan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Aksi tersebut dihadiri Kepala DLH Kota Makassar Helmy Budiman, Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar Melinda Aksa, jajaran pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat.
Helmy mengatakan, total sampah yang terkumpul mencapai 445,04 kilogram. Sampah tersebut terdiri atas 1,25 kilogram sampah organik, 233,05 kilogram anorganik, 202 kilogram bahan berbahaya dan beracun (B3), serta 8,74 kilogram residu.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, peserta cukup banyak karena dari pihak kecamatan juga melaksanakan jalan sehat dalam rangka memperingati kemerdekaan, sekaligus ikut dalam aksi bersih-bersih,” ujar Helmy.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Masyarakat turut dilibatkan dalam aksi bersih-bersih dan plogging di wilayah permukiman.
Menurut Helmy, tingginya partisipasi warga menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan di wilayah kepulauan mulai tumbuh. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Namun, pengelolaan sampah di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri. Keterbatasan transportasi membuat seluruh sampah yang dikumpulkan tidak memungkinkan untuk dibawa ke daratan Kota Makassar.
“Untuk sampah yang terkumpul, kita selesaikan di pulau. Karena jumlahnya cukup banyak dan transportasinya juga cukup sulit,” jelasnya.
Baca Juga:
Kurangi Mobilitas, Pemkot Makassar Terapkan Pembelajaran Daring PAUD Hingga SMP Mulai Besok
Dugaan Kelalaian RS Paramount dalam Kematian Cucu Taufan Pawe, Keluarga Siapkan Langkah Hukum
Cek Antrean BBM, Appi Minta Seluruh Fasilitas SPBU Difungsikan
Helmy mengatakan DLH Makassar memberikan fasilitasi pengangkutan untuk sampah yang memiliki nilai ekonomis agar dapat dibawa ke daratan dan dikelola lebih lanjut.
“Untuk saat ini, kami memfasilitasi pengangkutan sampah yang mempunyai nilai ekonomis untuk dibawa ke kota,” tuturnya.
Sementara sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis ditangani di wilayah pulau dengan menyesuaikan kondisi dan fasilitas yang tersedia.
“Sedangkan yang tidak mempunyai nilai ekonomis diselesaikan di pulau,” tambahnya.
Baca Juga:
Pertamina Klaim Stok BBM Aman, Warga Makassar Masih Antre Berjam-jam
Antrean BBM Tak Kunjung Terurai, Appi Minta Atur Jadwal Antrean Bus dan Truk di SPBU
GTA Vol.3 Yamaha Aerox Kembali Digelar di Makassar, All Riders Aerox Dipanggil
Menurut Helmy, pola tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan. Penanganan sampah diharapkan tidak hanya mengandalkan kegiatan bersih-bersih, tetapi juga dimulai dari pengurangan dan pemilahan di tingkat rumah tangga.
DLH Makassar mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat dipisahkan untuk dimanfaatkan atau diangkut ke daratan, sedangkan jenis sampah lainnya ditangani sesuai karakteristik dan kondisi wilayah.
Gerakan Jelajah Sampah di Barrang Lompo menjadi bagian dari komitmen Pemkot Makassar memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber, termasuk di wilayah kepulauan.
“Lewat kolaborasi pemerintah, Dewan Lingkungan, kecamatan, dan masyarakat, gerakan pemilahan sampah kita harapkan menjadi budaya bersama dalam menjaga kebersihan Kota Makassar,” tutup Helmy.








