MAKASSARTIME.COM — Warga Cluster Berlian Permai, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar, mendorong kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Upaya itu dilakukan melalui Lomba Kebersihan dan Pengelolaan Persampahan yang diikuti 14 zona atau blok di kawasan perumahan tersebut pada 18–20 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi penyelenggaraan kedua setelah pertama kali digelar pada 2025. Lomba tidak hanya ditujukan untuk menentukan blok terbersih, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran warga agar pengelolaan sampah dimulai dari sumber.
Penilaian dilakukan oleh tim juri independen yang terdiri atas unsur Dewan Lingkungan Kota Makassar, Pemerintah Kelurahan Tamangapa, dan Yayasan Butta Porea Indonesia.
Koordinator tim juri, Mashud Azikin, yang juga anggota Dewan Lingkungan Kota Makassar, memimpin proses edukasi dan verifikasi lapangan selama kegiatan berlangsung.
Ada empat aspek yang menjadi indikator penilaian, yakni kebersihan lingkungan, inovasi pengelolaan sampah, estetika kawasan, dan partisipasi warga.
Pada aspek kebersihan, juri memeriksa kondisi drainase, jalan lingkungan, serta pekarangan untuk memastikan tidak terdapat timbulan sampah.
Sementara itu, inovasi pengelolaan sampah mencakup praktik pemilahan dari sumber, pengomposan mandiri, hingga pemanfaatan bank sampah.
Penilaian estetika meliputi penataan tanaman hias, penghijauan lorong, dan kerapian kawasan setiap blok. Adapun partisipasi warga dinilai dari keterlibatan dan kekompakan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara swadaya.
Mashud mengatakan, penilaian tidak semata-mata berorientasi pada kebersihan fisik kawasan. Menurut dia, perubahan perilaku warga dalam memperlakukan sampah menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Baca Juga:
Kurangi Mobilitas, Pemkot Makassar Terapkan Pembelajaran Daring PAUD Hingga SMP Mulai Besok
Dugaan Kelalaian RS Paramount dalam Kematian Cucu Taufan Pawe, Keluarga Siapkan Langkah Hukum
Cek Antrean BBM, Appi Minta Seluruh Fasilitas SPBU Difungsikan
“Yang kita nilai bukan hanya bersihnya halaman. Yang lebih penting adalah apakah warga sudah mulai mengubah cara pandang terhadap sampah, dari sesuatu yang harus dibuang menjadi sesuatu yang harus dipilah dan dikelola,” ujar Mashud saat penjurian.
Momentum perubahan sistem persampahan
Pelaksanaan lomba bertepatan dengan perubahan kebijakan persampahan di Kota Makassar. Sejak 1 Agustus 2026, pemilahan sampah dari sumber mulai diberlakukan sebagai bagian dari upaya mengubah pola pengelolaan sampah, dari sekadar mengangkut dan membuang menjadi mengurangi, memilah, dan mengolah sejak dari rumah.
Kebijakan tersebut juga berjalan seiring dengan penghentian praktik pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping di TPA Tamangapa.
Baca Juga:
Pertamina Klaim Stok BBM Aman, Warga Makassar Masih Antre Berjam-jam
Antrean BBM Tak Kunjung Terurai, Appi Minta Atur Jadwal Antrean Bus dan Truk di SPBU
GTA Vol.3 Yamaha Aerox Kembali Digelar di Makassar, All Riders Aerox Dipanggil
Perubahan sistem tersebut membuat pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga menjadi semakin penting. Sampah yang tercampur sejak awal akan lebih sulit dipilah dan dimanfaatkan kembali sehingga berpotensi menambah beban pengelolaan di tingkat kota.
Karena itu, pemilahan dari sumber menjadi salah satu mata rantai penting dalam membangun sistem persampahan yang lebih berkelanjutan.
Mashud menilai kawasan permukiman memiliki posisi strategis dalam perubahan tersebut. Kebijakan pemerintah, kata dia, akan sulit berjalan optimal jika tidak diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari di tingkat rumah tangga.
Tamangapa dorong perubahan
Cluster Berlian Permai berada di Kelurahan Tamangapa, kawasan yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai lokasi TPA Tamangapa.
Kondisi itu membuat kawasan permukiman di sekitarnya memiliki posisi penting dalam perubahan pengelolaan sampah di Makassar. Tamangapa diharapkan tidak hanya dikenal sebagai lokasi tempat sampah kota berakhir, tetapi juga sebagai kawasan yang mampu menunjukkan praktik pengelolaan sampah sejak dari sumber.
Baca Juga:
Pemerataan Pendidikan Sampai Wilayah Kepulauan Antar Makassar Raih Penghargaan Nasional
Kekeringan Meluas, BPBD Makassar Distribusikan Air Bersih ke 161 Titik
Appi Bekali Ribuan Maba Bosowa Jadi Bagian dari Pembangunan Makassar
Lomba kebersihan yang melibatkan seluruh blok menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan tersebut. Kompetisi mendorong warga berbenah, tetapi tujuan utamanya adalah membangun kesadaran dan sistem pengelolaan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Sampah organik, misalnya, dapat diarahkan untuk pengomposan atau pengolahan lainnya. Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah atau rantai daur ulang.
Dengan pola tersebut, hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang seharusnya masuk ke tempat pemrosesan akhir.
Tidak berhenti setelah lomba
Tantangan utama kegiatan kebersihan di tingkat permukiman bukan hanya menciptakan kawasan yang bersih ketika penilaian berlangsung. Hal yang lebih penting adalah menjaga kebiasaan tersebut setelah lomba berakhir.
Karena itu, kegiatan tahunan di Cluster Berlian Permai diharapkan berkembang menjadi gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berlangsung secara konsisten.
Kawasan permukiman juga berpeluang menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular dalam skala lingkungan. Sampah organik dapat kembali menjadi kompos atau bahan olahan, sampah anorganik bernilai ekonomi masuk ke rantai daur ulang, sedangkan residu ditekan seminimal mungkin.
Dalam konteks penghentian open dumping di TPA Tamangapa, perubahan perilaku tersebut menjadi bagian penting dari kebutuhan membangun sistem persampahan yang lebih aman bagi lingkungan dan masyarakat.
Dari 14 blok di sebuah kawasan perumahan, perubahan itu mungkin terlihat sederhana. Namun, jika kebiasaan memilah sampah dari rumah berkembang menjadi budaya bersama, gerakan tersebut dapat menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah Kota Makassar.
Sebab, persoalan sampah tidak bermula di tempat pemrosesan akhir. Sampah bermula dari rumah, sehingga perubahan sistem persampahan juga harus dimulai dari sana.








