SMPN 34 Makassar Kembangkan Program Kompos Berbasis Kokurikuler

- Pewarta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSARTIME.COM — SMP Negeri 34 Makassar berhasil memproduksi sekitar 100 kilogram kompos melalui program kokurikuler berbasis lingkungan bertajuk Eco-Nangka 34. Program ini mengolah limbah organik dari pohon nangka, mulai dari daun, kulit buah, biji, hingga buah yang membusuk, menjadi kompos yang bermanfaat dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Program tersebut digagas oleh Kepala SMP Negeri 34 Makassar, Muhammad Nasir, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mengurangi dan mengelola sampah melalui pemilahan serta pengolahan sejak dari sumbernya.

Melalui kegiatan kokurikuler ini, siswa bersama guru pembimbing terlibat langsung dalam proses pengumpulan dan pengolahan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekolah. Selain mengurangi timbulan sampah, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara produktif.

Muhammad Nasir mengatakan, Eco-Nangka 34 akan terus dikembangkan melalui edukasi dan inovasi yang melibatkan siswa. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan potensi pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.

“Melalui kegiatan kokurikuler ini, kami ingin mengedukasi siswa agar lebih mencintai lingkungan dan memahami bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya kepada awak media, Selasa (13/10/2026).

Menurut Nasir, keberadaan berbagai jenis pohon dan tumbuhan di lingkungan sekolah merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Melalui praktik pengolahan limbah organik, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga belajar menerapkan pengelolaan sampah secara langsung.

Produksi sekitar 100 kilogram kompos menjadi capaian awal program Eco-Nangka 34. Hasil tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi sekolah untuk mengembangkan pengolahan sampah organik secara berkelanjutan.

Nasir, yang baru sekitar dua bulan menjabat sebagai kepala sekolah, berharap program tersebut dapat berkembang lebih luas dan menjadi salah satu kegiatan unggulan SMPN 34 Makassar dalam mendukung gerakan pengurangan sampah.

Ia juga membuka peluang kerja sama dengan kalangan pengusaha dan mitra usaha untuk membantu pemasaran atau penyaluran hasil produksi kompos. Menurutnya, kemitraan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kegiatan siswa sehingga program tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga berpeluang berkembang menjadi kegiatan produktif.

Selain dukungan dari dunia usaha, Nasir berharap Pemerintah Kota Makassar turut berperan dalam pengembangan Eco-Nangka 34 melalui pendampingan, edukasi, dan fasilitasi pengelolaan sampah organik di lingkungan pendidikan.

Program ini menjadi salah satu upaya SMPN 34 Makassar dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan kegiatan pembelajaran. Melalui praktik langsung, siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya kebersihan dan pelestarian lingkungan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami sangat berharap ada dukungan dari Pemerintah Kota Makassar dan kemitraan dengan para pengusaha agar potensi ini bisa berkembang lebih cepat. Tentunya, kami ingin program ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan Kota Makassar,” tutup Nasir.

Berita Terkait

Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola
Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi
Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Jepang
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027
Rakornas TPAKD 2026, Appi Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo
Appi Tekankan Profesionalitas Guru di Era Digital, AI Jadi Tantangan Pendidikan
Pemkot Makassar Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK, 135 Tidak Diusulkan
DPRD Makassar dan Bapenda Perkuat Pengawasan Tata Kelola Pemerintahan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Jepang

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Rakornas TPAKD 2026, Appi Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Info Makassar

Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:00 WIB

Info Makassar

Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 11:35 WIB