Deretan Bos Air Minum Kemasan, Aqua Sampai Equil

- Pewarta

Minggu, 26 Oktober 2025 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

makassartime.com/-Bisnis air minum dalam kemasan terus bertumbuh di Indonesia. Pasalnya, jumlah penduduk yang besar dan gaya hidup masyarakat yang modern menjadi peluang bagi perkembangan bisnis air putih botolan.

Sebuah studi yang dikutip dari iwaponline.com dengan judul “Analisis Penggunaan Air Minum dalam Kemasan di Indonesia dalam Beberapa Dekade Terakhir: Tren, Determinan Sosial Ekonomi, dan Aspek Keamanan” mengungkap bahwa penggunaan air minuman dalam kemasan meningkat 1,24 kali (124%) setiap tahun. Riset itu juga memprediksi bahwa 50% penduduk Indonesia akan menggunakan AMDK, baik isi ulang ataupun bermerek pada 2026.

Peluang bisnis itulah yang memunculkan atau mendatangkan pemain-pemain baru bisnis air minuman kemasan di Indonesia. Jika awalnya hanya Aqua yang dikenal, kini sudah ada beberapa merek yang dimiliki sejumlah perusahaan atau pengusaha .

Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar lima pengusaha yang memiliki atau pernah bergelut di bisnis air minuman dalam kemasan:

1. Tirto Utomo

Namanya memang tak setenar Aqua, merek air minuman kemasan yang bisa dibilang numero uno. Meski telah almarhum pada 1994, nama Tirto tak bisa dilupakan karena dia adalah perintis bisnis air mineral kemasan di Tanah Air. Lewat PT Golden Mississippi yang didirkan pada 1973, Tirto memperkenalkan air minuman kemasan dengan merek Puritas. Perusahaan yang didirikan bersama sang adik, Slamet Utomo, itu bermodal Rp150 juta.

Semasa kuliah di UGM Surabaya, Tirto menyambi menjadi wartawan di Jawa Pos. Pindah kuliah di Fakultas Hukum UI, pria kelahiran Maret 8 Maret 1930 ini juga pernah menjadi pemimpin redaksi harian Sin Po dan majalah Pantja Warna.

Lulus dari FHUI, Tirto bergabung bersama Permina (Pertamina). Di BUMN perminyakan inilah Tirto mendapat “ilham” untuk mendirikan perusahaan air minum. Gara-garanya, tamu Pertamina dari luar negeri yang disuguhkan air keran mengalami diare. Dari situ Tirto kepikiran menghadirkan minuman yang higienis dan siap dikonsumsi.

Merek minuman kemasan Puritas yang diluncurkan ternyata kurang “hoki”. Pada 1974, setahun perusahaanya berdiri, merek Puritas diganti menjadi Aqua dengan meluncurkan air minuman kemasan botol berukuran 950 ml seharga 75 perak.

Aqua terus berkembang dan pada 1998, 40% sahamnya dibeli oleh Danone, gergasi asal Perancis. Pelan tapi pasti, kepemilikan Lisa Utomo, istri mendiang Tirto, di Aqua terus tergerus. Pada 2002 Danone menjadi pengendali Aqua dengan kepemilikan 90% saham.

2. Jogi Hendra Atmadja

Le Minerale adalah merek minuman kemasan PT Tirta Fresindo Jaya. Saat ini PT Tirta merupakan salah satu perusahaan yang terus berekspansi di kawasan ASEAN.

Le Minerale mulai merangsek sejumlah negara, seperti Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Papua Nugini, dan Malaysia. Air mineral yang hadir pada 2015 ini punya resep jitu untuk melakukan penetrasi global, yaitu selalu mengedepankan kualitas.

PT Tirta Fresindo Jaya disebut-sebut sebagai bagian dari Mayora Group atau PT Mayora Indah Tbk. Jogi Hendra Atmadja yang merupakan presiden komisaris Mayora juga merupakan salah satu pemegang saham terbesar, dengan komposisi 25,24%.

Berdasarkan data Forbes pada Desember 2021, Jogi Hendra masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Ia menempati posisi ke-9 dengan total kekayaan mencapai USD4,1 miliar atau setara dengan Rp61,5 triliun (kurs Rp15.000).

3. Hermanto Tanoko

Lewat merek Cleo besutan PT Sariguna Primatirta Tbk, pengusaha asal Surabaya ini juga ikut meneguk segarnya bisnis air mineral kemasan. Cleo yang hadir pada 2004 ini sekarang diproduksi melalui 30 pabrik, dengan tiga pabrik baru yang dibangun pada tahun lalu.

Kapasitas produksi yang dimiliki Cleo sebelumnya sekitar 4 miliar liter. Dengan tambahan tiga pabrik baru, maka produksinya hingga 5,3 miliar liter.

Lewat dua perusahaannya, Hermanto Tanoko mengenggam sekitar 76% saham Cleo. Menggunakan bendera Tancorp, Hermanto Tanoko juga menggeluti sejumlah bisnis lain, salah satunya supermarket bahan bangunan lewat PT Caturkada Depo Bangunan Tbk (DEPO).

Hermanto Tanoko sendiri masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia. Hermanto Tanoko bersama kakaknya, Wijono Tanoko, tercatat sebagai orang terkaya urutan 11 di Indonesia versi The Real-time Billionaires Forbes pada 2022. Kekayaan keduanya total sebanyak USD3 miliar sekitar Rp46,5 triliun (kurs Rp15.500).

4. Anthony Salim

Nama yang satu ini sudah tak asing lagi bagi publik bisnis Tanah Air. Anthony adalah putra dari almarhum Sudono Salim alias Liem Sioe Liong yang merupakan dedengkot bisnis Tanah Air. Kini Anthony memegang tampuk kekuasaan Salim Group, sebuah gergasi yang memasuki sejumlah bisnis mulai dari makanan, otomotif, jasa keuangan, hingga ritel modern.

Raja Diraja mi instan ini pada 2013 melalui PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) bersama mitranya, PT Asahi Grup Holdings Southeast Asia Pte. Ltd., nyemplung ke bisnis minuman air kemasan dengan mengakuisisi Grup Tirta Bahagia yang memiliki merek minuman Club.

Anthony Salim merupakan salah satu pengusaha yang masuk dalam lima besar orang terkaya di Indonesia. Pada 2022, Forbes melaporkan kekayaannya mencapai USD7,5 miliar atau sekitar Rp116,2 triliun (kurs Rp15.500).

5. Morgen Sutanto

Mereka yang pernah menenggak Equil mungkin merasa bangga. Pasalnya, Equil merupakan minuman mineral yang memang ditujukan untuk kaum borjuis. Menggunakan botol kaca, “air putih” Equil sebanyak 380 ml dibanderol di atas Rp20 ribu.

Dengan harga sebesar itu, Equil jarang diperdagangkan di warung-warung biasa. Minuman ini kerap disajikan di restoran dan hotel mewah.

Morgen Sutanto memang menyuguhkan Equil sebagai minumannya para orkay. Kehadiran Equil sendiri untuk menyaingi minuman mineral kalangan atas impor di Indonesia.

Kebanyakan minuman Indonesia adalah air kemasan biasa. Morgen lantas memutuskan untuk membuat air mineral murni dengan standar premium dengan nama PT Equilindo Asri pada 1997.(*)

Berita Terkait

Grand Filano Jadi Kanvas, 50 Karya Kreator Dipamerkan di TSM Makassar
Bukan Pameran Otomotif Biasa, Yamaha Hadirkan Classy Artsy Exhibition di Makassar
Lisa Melinda, Lady Biker Rasakan Manfaat GTA Aerox: Jangan Ragu Ikutan
 GTA Vol.3 Yamaha Aerox Kembali Digelar di Makassar, All Riders Aerox Dipanggil
Pemkot Makassar Mampu Hemat Rp30 Miliar, Integrasikan Layanan Publik Lewat LONTARA+
Rincian Gaji Pensiunan ASN, Apakah Terjadi Kenaikan? Cek Faktanya
UNHAS Terapkan Teknologi Drip-Fertigasi di Makassar, Dukung Urban Farming
Film Badik Kisahkan Kehormatan dan Cinta dalam Bingkai Budaya Bugis Makassar, Catat Tanggal Tayangnya

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:36 WIB

Grand Filano Jadi Kanvas, 50 Karya Kreator Dipamerkan di TSM Makassar

Kamis, 24 September 2026 - 14:12 WIB

Bukan Pameran Otomotif Biasa, Yamaha Hadirkan Classy Artsy Exhibition di Makassar

Sabtu, 12 September 2026 - 10:49 WIB

Lisa Melinda, Lady Biker Rasakan Manfaat GTA Aerox: Jangan Ragu Ikutan

Kamis, 10 September 2026 - 16:12 WIB

 GTA Vol.3 Yamaha Aerox Kembali Digelar di Makassar, All Riders Aerox Dipanggil

Selasa, 30 Desember 2025 - 16:04 WIB

Pemkot Makassar Mampu Hemat Rp30 Miliar, Integrasikan Layanan Publik Lewat LONTARA+

Berita Terbaru

Info Makassar

Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:00 WIB

Info Makassar

Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 11:35 WIB