MAKASSARTIME.COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak masyarakat tidak hanya menjadikan masjid sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan, interaksi sosial, dan pembentukan generasi Qurani.
Hal itu disampaikan Munafri saat meresmikan Masjid Baitul Aqsha di Jalan K.H. Abdul Djabbar Ashiry, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Senin (7/9/2026).
Munafri mengatakan keberadaan masjid harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurut dia, masjid dapat menjadi pusat pembangunan peradaban umat sekaligus tempat menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
“Masjid bukan hanya bangunan yang megah, tapi tempat untuk membangun peradaban. Kami berharap di masjid inilah akan kembali dipakai sebagai tempat menuntut ilmu, menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan, serta menjadi ruang interaksi dan wadah dalam menyiapkan generasi Qurani di masa depan,” ujarnya.
Dalam peresmian tersebut, Munafri didampingi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Selatan Mayjen TNI (Purn.) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki dan pemilik tanah wakaf, Abd. Wahid Ismail.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. Munafri kemudian menanam pohon di halaman masjid dan melaksanakan salat Zuhur berjemaah bersama pejabat, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada Abd. Wahid Ismail yang telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan Masjid Baitul Aqsha.
Selain itu, ia meminta pengurus masjid dan masyarakat tidak membatasi ruang anak-anak untuk mengenal dan beraktivitas di masjid.
Munafri mengingatkan agar anak-anak tidak langsung dimarahi ketika bermain atau berlari di dalam masjid. Menurut dia, teguran yang berlebihan dapat membuat anak trauma dan enggan kembali ke masjid.
Baca Juga:
Munafri Buka Ruang Aspirasi Pemuda untuk Pembangunan Makassar
Pemkot Makassar Rayakan HUT ke-419 Lewat Aksi Sosial: Bedah Rumah hingga Donor Darah
“Tolong kalau ada anak-anak kecil lari-lari di masjid jangan dimarahi. Kalau dimarahi, mereka akan trauma untuk datang. Sangat rugi kita kalau tidak ada lagi anak-anak yang mau datang ke masjid,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Munafri juga menyoroti capaian indeks toleransi beragama di Kota Makassar. Ia menyebut posisi Makassar meningkat dari peringkat ke-54 menjadi peringkat ke-9 secara nasional.
Menurut Munafri, capaian tersebut menunjukkan upaya membangun Makassar sebagai kota yang aman, nyaman, dan inklusif.
Ia berharap peningkatan indeks toleransi tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui perilaku masyarakat yang saling menghargai, hidup berdampingan, serta bergotong royong.
Baca Juga:
Wali Kota Munafri Bawa Program Makassar Berjasa Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026
Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola
Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi
“Prestasi ini harus kita jaga bersama. Toleransi bukan hanya angka, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya. (*)








