Tebang 80 Ketapang Kencana untuk Pedestrian, Pemkot Makassar Siapkan Pohon Pengganti Endemik Sulsel

- Pewarta

Jumat, 25 September 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSARTIME.COM— Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum merevitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin. Dalam proyek tersebut, sekitar 80 pohon ketapang kencana dan Pohon Mehoni akan ditebang dan diganti dengan jenis pohon yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi kawasan perkotaan.

Penanganan pohon menjadi bagian dari revitalisasi karena sistem perakaran ketapang kencana dinilai berpotensi menimbulkan konflik dengan pedestrian, utilitas, dan infrastruktur di sekitarnya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Muhammad Amin, S.T., M.T., mengatakan revitalisasi mencakup dua ruas jalan dengan total panjang pekerjaan sekitar 652 meter.

“Ada dua ruas jalan yang kami revitalisasi tahun ini, yaitu Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin. Panjang pekerjaan di Kajaolalido sekitar 427 meter, sedangkan di MH Thamrin sekitar 225 meter,” kata Muhammad Amin. Jumat (25/9/2026)

Menurut Amin, revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembenahan permukaan pedestrian, tetapi juga mencakup penataan utilitas dan vegetasi. Konsep teknis yang digunakan antara lain stamp concretedan beton berpori (porous concrete) yang memungkinkan air lebih mudah meresap ke dalam tanah.

“Yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya adalah kami mencoba menggunakan stamp concrete dan beton berpori. Ketika disiram air, air dapat langsung terserap. Ini menjadi salah satu konsep teknis yang kami terapkan tahun ini,” ujarnya.

Dalam pekerjaan tersebut, Dinas PU juga menata sejumlah utilitas yang berada di sepanjang ruas jalan. Hasil inventarisasi mencatat terdapat dua tiang trafo listrik PLN, 10 tiang penerangan jalan umum (PJU), delapan tiang listrik tunggal, serta 62 tiang fiber optik.

Amin mengatakan 62 tiang fiber optik tersebut akan ditata menjadi 17 tiang bersama. Penataan dilakukan agar sejumlah penyedia jaringan tidak lagi menggunakan tiang masing-masing.

“Untuk fiber optik ada 62 tiang. Kami sudah merapatkan agar nantinya seluruh jaringan fiber optik dapat menggunakan satu tiang bersama. Dari 62 tiang itu akan ditata menjadi 17 tiang,” katanya.

“Jadi nanti satu tiang digunakan bersama oleh seluruh penyedia fiber optik. Mereka tidak lagi menggunakan tiang masing-masing,” lanjut Amin.

Ketapang Kencana Diganti

Penataan vegetasi menjadi salah satu bagian penting dalam revitalisasi. Sekitar 80 pohon ketapang kencana dan dua pohon mahoni berada dalam area pekerjaan.

Tim ahli arboris yang dilibatkan dalam proyek memberikan kajian terhadap kondisi pohon, sistem perakaran, ruang tumbuh, serta potensi konflik antara akar dan infrastruktur.

Tim Ahli Arboris, Rully Wijayakusuma, mengatakan persoalan ketapang kencana bukan terletak pada jenis pohonnya semata. Menurut dia, karakter perakaran pohon tersebut menjadi persoalan ketika ditanam pada kawasan yang memiliki banyak infrastruktur dan utilitas.

“Ketapang kencana itu pohon yang akarnya ekspansif. Jadi sebenarnya pohonnya tidak salah karena itu merupakan karakter pertumbuhannya. Persoalannya adalah mengapa pohon tersebut dulu ditanam di lokasi yang memiliki banyak infrastruktur dan utilitas,” ujar Rully.

Menurut Rully, pemotongan akar bukan solusi jangka panjang. Akar pohon akan kembali tumbuh dan berpotensi merusak pedestrian maupun infrastruktur di sekitarnya.

“Konflik ini cenderung permanen. Kalau akarnya kita potong, kemudian trotoarnya kita perbaiki, dalam waktu tertentu akar itu akan tumbuh lagi dan kembali membongkar trotoar,” katanya.

Karena itu, penanganan pohon diarahkan pada penggantian dengan spesies yang memiliki karakter perakaran lebih sesuai untuk kawasan pedestrian. Rully juga mendorong penggunaan jenis pohon yang berasal dari wilayah Sulawesi agar lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat.

“Secara teknis, pohon itu harus dihilangkan, bukan sekadar dibuang, tetapi diganti dengan pohon lain yang akarnya lebih ramah. Sebisa mungkin kita memilih pohon asli atau pohon natif Sulawesi agar adaptasinya lebih cepat,” ujarnya.

Ruang Tumbuh Akar

Rully mengatakan keberhasilan penanaman pohon di kawasan pedestrian tidak cukup hanya dengan menyediakan lubang tanam. Ruang tumbuh akar harus diperhitungkan sejak tahap perencanaan.

“Yang dibutuhkan tanaman sebenarnya bukan sekadar lubang untuk menanam, tetapi ruang bagi akarnya untuk tumbuh. Kita sering tidak melihat bagian yang berada di bawah tanah,” katanya.

Menurut dia, akar membutuhkan air dan oksigen untuk berkembang. Karena itu, desain pedestrian harus memungkinkan air dan udara mencapai ruang tumbuh akar.

“Supaya pohon bisa tumbuh, tanah harus memiliki air dan oksigen. Kalau semuanya tertutup sehingga air dan oksigen tidak bisa masuk, akar akan mati,” ujarnya.

Konsep tersebut diterapkan dengan menyediakan ruang tanah di bawah pedestrian serta menggunakan material yang memungkinkan air meresap ke dalam tanah.

“Walaupun trotoarnya tidak terlalu besar, bagian dalamnya dapat diisi tanah dan bagian atasnya menggunakan perkerasan yang memungkinkan air masuk, misalnya beton berpori. Dengan begitu, akar dapat tumbuh di dalam ruang tersebut dan tidak cepat muncul ke permukaan,” kata Rully.

Ia menambahkan, pemilihan jenis pohon pengganti juga harus memperhatikan karakter sistem perakarannya.

“Jenis pohonnya juga harus dipilih yang akarnya tidak agresif atau ekspansif. Dengan begitu, daya tahannya bisa lebih lama,” ujarnya.

Perhatikan Keselamatan

Selain persoalan akar, tim arboris juga mengidentifikasi pohon-pohon tua yang berada di sekitar kawasan pedestrian, khususnya menuju kawasan Lapangan Karebosi. Penanganannya mempertimbangkan faktor keselamatan pengguna jalan dan masyarakat.

“Di sisi lain, dekat Lapangan Karebosi dan seterusnya, ada jalur yang berisi pohon-pohon tua. Ini berbeda kasus. Kalau yang tadi adalah konflik permanen antara pohon dengan infrastruktur dan utilitas, yang ini risikonya lebih besar terhadap manusia dan harta benda,” kata Rully.

Tim arboris melakukan pengukuran terhadap kondisi sejumlah pohon, termasuk tingkat kemiringannya. Salah satu pohon yang diperiksa memiliki kemiringan sekitar 40,1 derajat.

“Ada pohon yang kami ukur memiliki kemiringan 40,1 derajat. Dalam standar arboris, itu sudah masuk kondisi kritis. Pohon dengan kondisi seperti itu dapat tumbang dan kita tidak bisa memastikan kapan akan terjadi,” ujarnya.

Rully mengatakan penanganan vegetasi dalam proyek tersebut tidak semata-mata mempertimbangkan aspek estetika. Kondisi akar, ruang tumbuh, keselamatan, keberadaan utilitas, dan keberlanjutan infrastruktur menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis pohon yang dipertahankan maupun diganti.

Sementara itu, Muhammad Amin mengatakan revitalisasi pedestrian tersebut merupakan program yang dibiayai melalui APBD Kota Makassar 2026. Pekerjaan dilaksanakan melalui kontrak setelah proses mini kompetisi.

“Program ini menggunakan anggaran APBD 2026 dan pelaksanaannya melalui kontrak. Pemenang mini kompetisinya juga sudah ditetapkan,” kata Amin.

Pekerjaan dimulai pada 27 Agustus 2026 dengan masa pelaksanaan 117 hari kalender.

Dinas PU juga berkoordinasi dengan tim ahli dalam penataan pedestrian, utilitas, dan vegetasi. Lebar pedestrian disesuaikan dengan kondisi eksisting di setiap lokasi, mulai sekitar dua hingga lima meter.

“Lebarnya bervariasi. Ada yang sekitar lima meter, ada yang dua meter, dan ada yang tiga meter. Semuanya disesuaikan dengan kondisi eksisting di lapangan,” ujar Amin.

Revitalisasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki kualitas pedestrian sekaligus menata utilitas dan vegetasi agar lebih terintegrasi dengan kebutuhan ruang publik perkotaan.

Berita Terkait

Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku
Resmikan Tawa Mahjong Business, Munafri Tekankan Peluang Ekonomi dan Larang Praktik Perjudian
Munafri Buka Ruang Aspirasi Pemuda untuk Pembangunan Makassar
Pemkot Makassar Rayakan HUT ke-419 Lewat Aksi Sosial: Bedah Rumah hingga Donor Darah
Hingga Akhir Oktober, Kebakaran di Makassar Capai 402 Kasus
Wali Kota Munafri Bawa Program Makassar Berjasa Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026
Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola
Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Resmikan Tawa Mahjong Business, Munafri Tekankan Peluang Ekonomi dan Larang Praktik Perjudian

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Munafri Buka Ruang Aspirasi Pemuda untuk Pembangunan Makassar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Pemkot Makassar Rayakan HUT ke-419 Lewat Aksi Sosial: Bedah Rumah hingga Donor Darah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Hingga Akhir Oktober, Kebakaran di Makassar Capai 402 Kasus

Berita Terbaru

Info Makassar

Munafri Buka Ruang Aspirasi Pemuda untuk Pembangunan Makassar

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:15 WIB

Info Makassar

Hingga Akhir Oktober, Kebakaran di Makassar Capai 402 Kasus

Rabu, 28 Okt 2026 - 13:11 WIB