MAKASSARTIME.COM — Strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi bahasan dalam kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Jumat (2/10/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Bapenda Kota Makassar dan diterima langsung oleh Plt Sekretaris Bapenda Kota Makassar, Zamhir Islamie Hatta.
Pertemuan itu menjadi momentum bagi kedua daerah untuk bertukar informasi dan pengalaman terkait pengelolaan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak dan retribusi daerah.
Zamhir mengatakan, kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan berbagi pengalaman mengenai strategi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan PAD.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar informasi dan pengalaman terkait pengelolaan pajak dan retribusi daerah. Kami tentu menyambut baik kunjungan DPRD Penajam Paser Utara ke Bapenda Makassar,” kata Zamhir.
Menurutnya, optimalisasi PAD membutuhkan pengelolaan yang efektif, inovatif, serta didukung koordinasi antara perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
“Kami menyampaikan berbagai informasi terkait kebijakan dan strategi yang diterapkan Bapenda Makassar dalam mengelola pajak dan retribusi daerah. Harapannya, informasi ini dapat menjadi bahan perbandingan dan pertimbangan dalam penguatan PAD,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bapenda Makassar turut memaparkan sejumlah pendekatan dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah sebagai sumber penerimaan PAD.
Zamhir berharap pertukaran informasi antardaerah melalui kunjungan kerja tersebut dapat memberikan manfaat bagi peningkatan tata kelola pendapatan daerah.
Baca Juga:
Wali Kota Munafri Bawa Program Makassar Berjasa Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026
Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola
Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi
“Yang paling penting adalah bagaimana pengalaman dan informasi yang dibagikan dapat menjadi masukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah secara berkelanjutan,” tuturnya.
Kunjungan kerja tersebut diharapkan memperkuat sinergi dan pertukaran pengalaman antardaerah dalam mendorong optimalisasi PAD melalui pengelolaan pajak dan retribusi yang lebih efektif dan akuntabel.








