MAKASSARTIME.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial menyiapkan program nikah massal bagi 210 pasangan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-420 Kota Makassar 9 November mendatang
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufri, mengatakan program tersebut ditujukan terutama bagi masyarakat kurang mampu yang masuk dalam desil 1 hingga desil 5.
“Untuk HUT Kota yang ke-420 tahun, kita melaksanakan nikah massal 420 orang atau 210 pasangan. Ini bukan sekadar target, tetapi kita menyesuaikan dengan usia Kota Makassar yang ke-420,” kata Andi Bukti Djufri saat ditemui. Selasa (29/9/2026)
Menurut dia, Dinas Sosial Kota Makassar telah koordinasi para camat agar informasi mengenai program tersebut disebarluaskan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
“Sebanyak 210 pasangan. Kita sudah menyurati para camat untuk disebarluaskan, khususnya kepada masyarakat kurang mampu yang berada pada desil 1 sampai desil 5,” ujarnya.
Andi Bukti menjelaskan, masyarakat yang masuk desil 6 dinilai sudah memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik sehingga program diprioritaskan bagi kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan lebih rendah.
“Kalau desil 6, kita perhatikan sudah mampu. Jadi, yang belum mampu ini kita fasilitasi melalui nikah massal gratis,” katanya.
Pendaftaran Dibuka Hari ini hingga 16 Oktober
Andi Bukti mengatakan pendaftaran nikah massal mulai dibuka hari ini 29/9 dan berlangsung hingga 16 Oktober 2026. Setelah pendaftaran, calon peserta akan melalui proses asesmen sebelum ditetapkan sebagai peserta.
Baca Juga:
Wali Kota Munafri Bawa Program Makassar Berjasa Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026
Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola
Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi
“Mulai hari ini sampai 16 Oktober. Karena semua harus diasesmen dulu untuk dibawa ke pelaksanaan nikah,” ujarnya.
Pelaksanaan dan seremoni nikah massal direncanakan berlangsung sebelum 9 November 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT Kota Makassar.
Terkait lokasi, Dinas Sosial masih mencari tempat yang mampu menampung peserta dalam jumlah besar. Menurut Andi Bukti, pelaksanaan tahun ini membutuhkan lokasi yang jauh lebih luas dibandingkan kegiatan sebelumnya.
“Tempatnya kita masih cari karena jumlahnya sekitar 400 pasangan. Dulu di Karebosi, tetapi waktu itu tidak sampai 50 pasangan,” katanya.
Baca Juga:
Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Jepang
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027
Appi Pimpin Demokrat Sulsel, Konsolidasi dan Pengurus Dikebut
Peserta Tidak Harus Pernah Menikah
Andi Bukti menegaskan, program nikah massal kali ini tidak hanya diperuntukkan bagi pasangan yang belum pernah menikah.
Masyarakat yang pernah menikah juga dapat mengikuti program tersebut, sepanjang memenuhi persyaratan administrasi, termasuk memiliki dokumen perceraian bagi mereka yang sebelumnya berstatus cerai.
“Yang belum pernah nikah bisa, yang pernah nikah juga bisa. Yang pernah cerai bisa menikah kembali, yang penting ada surat cerainya,” jelasnya.
Selain memfasilitasi proses pernikahan, Pemkot Makassar juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung bagi peserta. Di antaranya perlengkapan atau kebutuhan pengantin serta kemungkinan bantuan transportasi.
“Ada mungkin fasilitas yang nanti kita berikan untuk resepsi, termasuk perlengkapan pengantin. Rencananya kita juga mau memberikan transportasi,” kata Andi Bukti.
Baca Juga:
Kenang Perjuangan Politik Bersama, AHY Sambut Hangat Appi di Demokrat Sulsel
Rakornas TPAKD 2026, Appi Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo
Appi Tekankan Profesionalitas Guru di Era Digital, AI Jadi Tantangan Pendidikan
Informasi Disebar hingga Kepulauan
Dinas Sosial juga memastikan informasi mengenai program tersebut disebarluaskan hingga ke wilayah kepulauan Kota Makassar.
Menurut Andi Bukti, pemerintah mengandalkan jaringan kecamatan dan kelurahan serta kanal digital Pemkot Makassar, termasuk Lontara+, untuk menjangkau masyarakat yang memenuhi kriteria.
“Respons masyarakat bagus dan antusias, apalagi masyarakat yang tidak mampu. Kesempatannya untuk menikah secara gratis terbuka. Di kepulauan juga kita informasikan, semua masyarakat di pulau. Kita juga melalui Lontara+ bisa mendaftar,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses terhadap layanan pernikahan secara gratis sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-420 Kota Makassar.








