Antrean BBM Tak Kunjung Terurai, Appi Minta Atur Jadwal Antrean Bus dan Truk di SPBU

- Pewarta

Jumat, 11 September 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSARTIME.COM— Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Pertamina mengatur antrean bus dan truk di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi di sejumlah titik di Kota Makassar.

Munafri mengusulkan kendaraan besar memiliki waktu antre khusus, yakni mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WITA. Pengaturan itu dinilai penting agar antrean bus dan truk tidak mengganggu mobilitas masyarakat pada siang hari.

Hal itu disampaikan usai Munafri temui petinggi pertamina patra niaga regional sulawesi. Jumat (11/9/2026)

“Truk dan bus harus diatur waktunya. Jangan mereka antre pada saat orang semua mau pergi sekolah dan melakukan aktivitas keseharian. Ini memakan jalan terlalu banyak,” kata Munafri seusai bertemu jajaran Pertamina, Jumat (11/9).

Ia juga meminta Pertamina melakukan klasterisasi SPBU berdasarkan jenis kendaraan. Sejumlah SPBU dapat dikhususkan untuk bus dan truk, sedangkan SPBU lainnya diprioritaskan bagi kendaraan masyarakat.

“Harus ada khusus untuk kendaraan pribadi yang tidak boleh diganggu sama bus. Bus itu panjang-panjang,” ujarnya.

Menurut Munafri, tidak semua SPBU memiliki kondisi jalan dan kapasitas yang sama. Antrean kendaraan besar di SPBU yang berada di ruas jalan sempit justru berpotensi menimbulkan kemacetan dan mengganggu aktivitas warga.

“Kalau jalannya kecil, terus di situ antre bus, ya macetlah semuanya, buntu semuanya,” katanya.

Munafri mengatakan persoalan antrean BBM kini tidak bisa ditangani dengan pola pelayanan normal. Pemerintah dan Pertamina perlu mengambil langkah taktis untuk segera mengurai antrean.

“Kalau kondisi ini bukan kondisi normal, penanganannya juga jangan lagi dalam kondisi normal. Kita harus menormalisasi kondisi yang sekarang ini,” tegasnya.

Minta Seluruh SPBU Dioptimalkan

Selain mengatur kendaraan besar, Munafri meminta seluruh SPBU di Makassar mengoptimalkan fasilitas yang tersedia. Dispenser yang ada harus dipastikan aktif, sementara jumlah operator juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan.

“Yang paling pertama adalah optimalisasi semua SPBU yang ada. Dispenser yang ada harus semuanya aktif,” ujarnya.

Jika terjadi kekurangan operator, Munafri mengatakan Pemkot Makassar siap memberikan dukungan personel yang dapat dilatih untuk membantu pelayanan di SPBU.

“Kalau tidak cukup orangnya, kasih tahu kepada kita. Bisa ditraining kilat untuk kita kasih orang-orang kita, apakah ketua RT, RW yang bisa membantu menjadi operator,” katanya.

Ia juga mendorong optimalisasi operasional SPBU selama 24 jam. Langkah tersebut diharapkan dapat memperpanjang waktu pelayanan sekaligus membantu mengurangi penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu.

Munafri mengatakan dampak antrean BBM sudah dirasakan pada berbagai aktivitas masyarakat. Bahkan, pelayanan persampahan ikut terganggu karena kendaraan pengangkut sampah mengalami keterlambatan mendapatkan BBM.

“Truk-truk pengangkut sampah ini terlambat semuanya. Motor-motor pengangkut sampah terlambat semua. Orang-orang yang mau pergi sekolah, mau ke mana, terlambat semuanya,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta pengaturan antrean dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pihak, termasuk kepolisian dan TNI.

“Satgasnya kan sudah dibentuk, dan kami akan mengoptimalisasi satgas ini untuk memastikan kondisi-kondisi ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Strategi Disusun Akhir Pekan

Munafri mengatakan Pemkot Makassar bersama Pertamina akan menyusun strategi pengaturan SPBU pada akhir pekan. Pemetaan itu mencakup SPBU yang dapat melayani kendaraan besar dan SPBU yang diprioritaskan bagi kendaraan pribadi.

“Kami minta setelah ini Sabtu-Minggu kita menyusun rencana strategis untuk memastikan SPBU mana yang sudah diklaster, mana yang tidak boleh bercampur, dan mana yang khusus untuk bus dan sebagainya,” katanya.

Ia berharap pengaturan tersebut mulai diterapkan pada sejumlah SPBU pada awal pekan depan.

“Insyaallah kita mencoba membicarakan ini, mudah-mudahan Senin beberapa SPBU sudah bisa kita maksimalkan,” ujarnya.

Munafri menegaskan pemerintah harus hadir memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan di tengah persoalan antrean BBM.

“Masyarakat itu dilayani, bukan dikorbankan,” tegasnya.

Pertamina Siapkan Penambahan SPBU 24 Jam

Sementara itu, EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar mengatakan Pertamina mengapresiasi dukungan Pemkot Makassar dalam menangani antrean BBM.

Deny mengatakan Pertamina terus menjaga ketersediaan stok dan menyalurkan BBM ke SPBU, termasuk melalui sejumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam.

“Kita menyiapkan stok, kita salurkan terus berkepanjangan, tidak putus, melalui juga SPBU yang kita buka 24 jam,” kata Deny.

Saat ini, kata dia, terdapat 25 SPBU yang telah beroperasi selama 24 jam. Jumlah tersebut masih dapat ditambah apabila kondisi antrean membutuhkan penambahan waktu pelayanan.

“Jumlah SPBU nanti mungkin akan sangat dinamis mengikuti kondisi antrean. Jika diperlukan, tentu akan kita sesuaikan juga,” ujarnya.

Deny juga menyambut usulan klasterisasi SPBU dan pengaturan antrean berdasarkan jenis kendaraan. Pertamina akan berkoordinasi dengan Organda untuk mengatur kendaraan angkutan umum dan kendaraan besar.

“Terkait antrean, kita bagi antara antrean Solar dan Pertalite. Kendaraan roda dua maupun kendaraan besar ini akan kita coba klaster. Nanti juga akan kita koordinasikan dengan teman-teman dari Organda,” katanya.

Penyaluran BBM Ditambah

Deny mengatakan Pertamina telah meningkatkan penyaluran BBM dibandingkan kondisi normal. Penyaluran Solar disebut meningkat sekitar 15 persen, sedangkan Pertalite meningkat sekitar 8 persen dan sempat mencapai 10 persen.

“Ada penambahan. Tentu sudah meningkat penyaluran kami. Untuk Solar sudah berkisar di atas normal, sekitar 15 persen, dan Pertalite sudah 8 persen dan kemarin sudah mencapai 10 persen dari kondisi normal,” ujarnya.

Menurut Deny, kebutuhan setiap SPBU berbeda sehingga volume pasokan tidak dapat disamaratakan.

“Berbeda-beda memang, tergantung kebutuhan, karena setiap SPBU akan berbeda-beda juga kebutuhannya,” katanya.

Ia menyebut antrean panjang dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kebutuhan BBM dan disparitas harga. Pertamina bersama pemerintah dan Satgas Gabungan masih mendalami berbagai kemungkinan penyebab lainnya.

“Memang banyak faktor yang menyebabkan antrean. Jadi, baik itu kebutuhan, kemudian disparitas harga, dan yang lainnya. Ini yang sama-sama kita tindak lanjuti bersama,” ujarnya.

Terkait dugaan penimbunan BBM, Deny mengatakan pihaknya akan mendalaminya bersama Satgas Gabungan.

“Kalau itu kami nanti dalami bersama tim Satgas Gabungan untuk mengantisipasi,” katanya.

Deny memastikan Pertamina terus melakukan sejumlah langkah untuk memulihkan kondisi, mulai dari penambahan suplai, memperpanjang jam operasional SPBU hingga menertibkan antrean bersama Satgas Gabungan.

“Kami mohon dukungan seluruh pihak. Semoga segera bisa reda antrean di Kota Makassar dan semuanya kembali beraktivitas normal,” kata Deny.

Berita Terkait

Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola
Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi
Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Jepang
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027
Rakornas TPAKD 2026, Appi Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo
Appi Tekankan Profesionalitas Guru di Era Digital, AI Jadi Tantangan Pendidikan
Pemkot Makassar Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK, 135 Tidak Diusulkan
DPRD Makassar dan Bapenda Perkuat Pengawasan Tata Kelola Pemerintahan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Jepang

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Rakornas TPAKD 2026, Appi Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Info Makassar

Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:00 WIB

Info Makassar

Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 11:35 WIB