Appi Minta Pembenahan TPA Tamangapa Dipercepat, Drainase dan Kolam Lindi Jadi Prioritas

- Pewarta

Rabu, 2 September 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSARTIME.COM— Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meminta pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, dipercepat untuk memenuhi seluruh kewajiban pemerintah kota dan menghentikan praktik pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping.

Appi meninjau langsung progres pembenahan TPA Tamangapa, Rabu (2/9/2026). Dalam peninjauan itu, ia menemukan sejumlah pekerjaan yang masih perlu dipercepat, terutama pembangunan drainase dan penanganan air lindi.

Menurut Appi, pembenahan TPA Tamangapa menjadi salah satu fokus utama Pemkot Makassar, khususnya setelah adanya pengawasan dan evaluasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Hari ini kami meninjau di TPA ini, penting sekali untuk memastikan kita keluar dari sanksi administrasi. Setelah Gakkum datang berkunjung, ada beberapa hal yang harus kita perbaiki,” ujar Appi.

Ia mengaku kondisi di lapangan belum sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan. Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya telah diarahkan masih perlu ditindaklanjuti.

“Hanya saja, tidak seperti yang saya bayangkan. Artinya sudah dikasih tahu ini yang harus dilakukan,” katanya.

Meski demikian, Appi menyebut kondisi TPA Tamangapa telah mengalami perubahan dibandingkan sebelumnya. Penataan kawasan mulai terlihat dan bau menyengat yang selama ini dikeluhkan masyarakat juga disebut berkurang.

“Sekarang wajah TPA berubah total, tampak terlihat beda jauh dengan tahun sebelumnya,” tuturnya.

Appi menegaskan perubahan tersebut tidak boleh membuat organisasi perangkat daerah (OPD) terkait berpuas diri. Menurut dia, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh agar sistem pengelolaan sampah di TPA dapat berjalan sesuai ketentuan.

“Pembenahan TPA ini menjadi fokus utama guna menghentikan sistem pembuangan terbuka (open dumping) sepenuhnya dan mendorong transisi menuju sistem yang berkelanjutan seperti controlled landfill atau sanitary landfill,” jelasnya.

Drainase dan kolam lindi

Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian Appi adalah sistem drainase dan pengelolaan air lindi. Ia meminta seluruh aliran air lindi ditata dan dipastikan terhubung dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah air lindi mencemari lingkungan dan masuk ke kawasan permukiman.

“Yang utama adalah alur dari drainase lindi yang terhubung dengan IPAL untuk memastikan air lindi itu tidak mencemari atau masuk ke dalam wilayah-wilayah permukiman masyarakat. Dan ini penting,” katanya.

Pemkot Makassar, lanjut Appi, telah berkomitmen membangun drainase di sekeliling kawasan TPA. Panjang drainase yang akan dibangun diperkirakan mencapai 700–800 meter.

“Kita sudah buat komitmen bahwa seluruh luaran TPA, kira-kira ada sekitar 700–800 meter, ini akan kita bangun drainase,” ungkapnya.

Selain drainase, kapasitas kolam lindi juga akan ditambah. Appi menilai kapasitas kolam yang tersedia saat ini tidak lagi sebanding dengan luas kawasan TPA.

Ia menyebut kolam lindi yang ada dibangun sekitar 1993 ketika luas TPA masih sekitar empat hektare. Saat ini, luas kawasan TPA telah berkembang menjadi lebih dari 12 hektare.

“Kolam lindi yang ada saat ini dibangun tahun 1993 kalau tidak salah. Itu masih pada saat TPA berukuran empat hektare,” ujarnya.

“Nah, sekarang TPA sudah lebih dari 12 hektare. Artinya tidak mungkin kolam lindi menampung 12 hektare dengan kapasitas empat hektare,” lanjut Appi.

Karena itu, Pemkot Makassar merencanakan penambahan kolam lindi yang saling terhubung. Appi menyebut setidaknya diperlukan tiga kolam untuk mengantisipasi peningkatan volume air lindi, terutama saat hujan deras.

“Harus ada minimal tiga kolam lindi yang saling berhubungan,” tegasnya.

Rencana tersebut, kata Appi, telah dimasukkan dalam perencanaan dan akan didorong untuk direalisasikan melalui penganggaran tahun depan.

“Ini yang saya mau, sudah ada di dalam perencanaannya untuk perencanaan penganggaran tahun depan, itu sudah harus jadi,” katanya.

Ia menilai pembangunan infrastruktur tersebut penting untuk mencegah air lindi meluap dan kembali mengancam permukiman warga saat hujan.

“Kenapa? Karena supporting ini kita butuh. Kondisi kalau hujan, meluap lagi nanti pasti ke masyarakat lagi air lindinya. Nah, ini yang harus cepat diantisipasi dan menjadi komitmen kita,” jelasnya.

Sapi tak lagi berkeliaran

Selain persoalan air lindi, Appi menyoroti keberadaan sapi yang masih berkeliaran di kawasan TPA Tamangapa.

Pemkot Makassar sebelumnya menyiapkan konsep pemanfaatan sampah organik dari pasar untuk pakan sapi. Namun, Appi menegaskan sapi tidak boleh lagi dibiarkan mencari makanan di area timbunan sampah.

Menurut dia, sapi yang mengonsumsi sampah secara langsung berisiko memakan material berbahaya, seperti plastik dan limbah lain yang tidak layak dikonsumsi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Makassar telah menyiapkan area khusus berupa penangkaran atau ranch untuk menampung sapi.

“Kita sudah buat penangkaran. Sapi-sapi kita berharap sampah-sampah organik dari pasar itu datang ke sana untuk dimasukkan ke dalam ranch sapi yang ada,” ujar Appi.

Dengan pola tersebut, sapi tidak lagi mencari makanan di area timbunan sampah. Sampah organik dari pasar akan diarahkan ke area yang telah disiapkan untuk mendukung pengelolaan pakan sapi.

“Seluruh sapi masuk ke dalam kita siapkan, makannya di sampah-sampah yang datang dari sampah pasar,” katanya.

Appi menekankan pola tersebut harus diterapkan secara konsisten untuk mencegah sapi mengonsumsi sampah yang berpotensi membahayakan.

“Sapi tidak boleh lagi mencari makanan di area TPA karena berisiko memakan sampah yang tidak layak konsumsi,” tegasnya.

Berita Terkait

Wali Kota Munafri Bawa Program Makassar Berjasa Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026
Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola
Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi
Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Jepang
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027
Rakornas TPAKD 2026, Appi Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo
Appi Tekankan Profesionalitas Guru di Era Digital, AI Jadi Tantangan Pendidikan
Pemkot Makassar Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK, 135 Tidak Diusulkan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Wali Kota Munafri Bawa Program Makassar Berjasa Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Jepang

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027

Berita Terbaru

Info Makassar

Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:00 WIB

Info Makassar

Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 11:35 WIB