MAKASSARTIME.COM — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar mempertahankan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sekitar Rp2,3 triliun di pembahasan Anggaran Perubahan 2026. Hingga September 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar 64 persen
Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, mengatakan pemerintah tidak menurunkan target pendapatan dalam perubahan APBD 2026 meski menghadapi sejumlah tantangan dalam pencapaiannya.
“Target kita Rp2,3 sekian triliun. Progresnya kita sudah di angka 60,3 atau 64 persen, kalau tidak salah. Ini insyaallah akan terus bertambah,” kata Andi Asminullah saat ditemui. Rabu (23/9/2026)
Menurut dia, capaian pendapatan hingga saat ini menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, baik dari sisi nominal maupun persentase.
“Melihat progres angka, baik dari segi uang maupun persentase, ini jauh lebih baik daripada tahun kemarin di tanggal yang sama. Jadi, saya rasa ketika tren pendapatan ini bisa kita pertahankan, hasilnya pasti akan lebih baik dari tahun kemarin,” ujarnya.
Andi menjelaskan, keputusan mempertahankan target pendapatan dilakukan karena Bapenda optimistis target tersebut masih dapat dikejar hingga akhir tahun.
“Ini tahun kami tidak mengambil kebijakan untuk menurunkan pendapatan. Karena sebenarnya ketika kita turunkan, kita melihat rasionalisasinya, apakah ini bisa kita capai atau tidak. Dengan tidak menurunkan, berarti insyaallah saya punya optimisme bahwa target ini akan bisa kami kejar,” katanya.
Ia menyebut sejumlah sektor pajak masih menjadi tumpuan pendapatan daerah. Salah satunya Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang mencakup pajak atas hotel, makanan dan minuman, jasa kesenian dan hiburan, serta jasa tertentu lainnya.
“Semua pajak pasti mempunyai kontribusi yang besar. Paling besar itu tentu saja targetnya ada di PBJT. PBJT itu adalah hotel, hiburan, pajak penerangan jalan, air, dan ini memang Rp700 miliar lebih targetnya. Setelah itu baru BPHTB, Rp400 miliar lebih,” jelasnya.
Baca Juga:
Wali Kota Munafri Bawa Program Makassar Berjasa Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026
Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola
Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi
Untuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Andi Asminullah optimistis realisasi pembayaran akan meningkat menjelang jatuh tempo pada akhir September.
“PBB bulan ini jatuh tempo. Melihat tren sampai per hari ini, insyaallah ketika jatuh tempo nanti di akhir bulan ini, tanggal 30, kami bisa mencapai di atas 80 persen,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi pijakan untuk mengejar target PBB hingga 100 persen pada akhir tahun.
“Kalau bisa mencapai di atas 80 persen, berarti insyaallah di akhir tahun kami bisa kejar 100 persennya,” katanya.
Baca Juga:
Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Jepang
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027
Appi Pimpin Demokrat Sulsel, Konsolidasi dan Pengurus Dikebut
Untuk mengoptimalkan pendapatan hingga akhir tahun, Bapenda Makassar menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari pendataan objek pajak hingga pemeriksaan terhadap wajib pajak.
“Yang pertama tentu melakukan optimalisasi pendapatan, melakukan pendataan seluruh objek pajak yang belum terdata, kemudian melakukan pemungutan pajak,” kata Andi Asminullah
Bapenda juga akan melakukan pemeriksaan pajak terhadap 15 hotel besar di Makassar. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada pekan depan
“Hari ini saya sudah membuat surat untuk melakukan pemeriksaan pajak di 15 hotel besar. Mungkin minggu depan kami mulai menjalankan pemeriksaan pajak,” ujarnya.
Andi Asminullah mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan personel. Bapenda terlebih dahulu menentukan sektor pajak yang dinilai membutuhkan pengawasan lebih intensif.
“Kami karena keterbatasan personel, pasti kami memilih dulu pajak-pajak mana. Ketika kami melakukan pemeriksaan pajak, seluruh personel yang ada kami optimalkan di sana,” katanya.
Baca Juga:
Kenang Perjuangan Politik Bersama, AHY Sambut Hangat Appi di Demokrat Sulsel
Rakornas TPAKD 2026, Appi Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo
Appi Tekankan Profesionalitas Guru di Era Digital, AI Jadi Tantangan Pendidikan
Dalam pemeriksaan hotel, petugas akan mencocokkan aktivitas usaha dengan kewajiban pajak yang harus dibayarkan.
“Mereka di situ menghitung jumlah orang yang masuk, kemudian melihat berapa pembayaran pajaknya. Tentu kami harus bertahap, tidak mungkin semua jenis pajak kami lakukan pemeriksaan bersamaan karena itu membutuhkan personel yang sangat banyak,” jelasnya.
Menurut Andi Asminullah, sektor hotel menjadi salah satu fokus karena tingkat kepatuhannya dinilai masih lebih rendah dibandingkan sejumlah sektor pajak lainnya.
“Memang, karena kami melihat bahwa tingkat kepatuhan di pajak hotel ini agak lebih rendah sedikit dibandingkan dengan pajak-pajak lain. Makanya kami fokus ke situ dulu,” katanya.
Sementara itu, untuk sektor restoran, Bapenda optimistis target pendapatan dapat tercapai berdasarkan tren penerimaan yang berjalan.
“Kalau restoran, dengan tren yang ada sekarang, saya lihat insyaallah pasti kami dapat 100 persen targetnya. Makanya saya melihat sektor-sektor mana yang kira-kira masih lemah, itu saya perkuat,” pungkasnya.








