MAKASSARTIME.COM — Pemerintah Kota Makassar memastikan pembangunan Stadion Untia memasuki tahapan setelah proses tender menetapkan pemenang. Pemerintah masih menunggu proses sanggah sebelum masuk ke tahapan penetapan dan pelaksanaan pekerjaan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, pemenang tender pembangunan stadion telah membawa maket sebagai bagian dari gambaran rancangan stadion yang akan dibangun.
“Kalau terkait dengan Stadion Untia, saya lihat ada yang memakai. Kemarin disampaikan dari Barjas bahwa sudah ada penetapan pemenang dan pemenangnya membawa maket,” ungkap Appi sapaan akrabnya saat ditemui di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar Jalan H.I.A Saleh Daeng Tompo. Selasa (29/9/2026)
Menurut dia, maket tersebut menggambarkan rancangan stadion sesuai persyaratan yang ditetapkan pemerintah dalam proses tender. Penetapan pemenang dilakukan setelah melalui tahapan evaluasi oleh kelompok kerja (pokja).
“Pemenang inilah yang membawa maket ke kita. Jadi, seperti inilah dengan persyaratan yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam proses tender itu. Akhirnya ada satu perusahaan yang benar-benar mengikuti aturan-aturan yang dibuat dan membawa maket, akhirnya keluarlah satu pemenang tender yang ada di Stadion Untia ini,” ujarnya.
Munafri menyebut proses tersebut masih memasuki masa sanggah. Setelah tahapan itu selesai, pemerintah akan melanjutkan ke penetapan dan pelaksanaan pekerjaan.
“Iya, masih dalam proses itu. Setelah itu langsung penetapan, penetapan kerja,” katanya.
Kapasitas hingga 16 Ribu Penonton
Munafri menjelaskan, berdasarkan rancangan yang ada, Stadion Untia memiliki kapasitas terpasang sekitar 15 ribu penonton dan dapat dikembangkan hingga sekitar 16 ribu penonton.
Baca Juga:
Wali Kota Munafri Bawa Program Makassar Berjasa Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026
Appi Nahkodai PSSI Sulsel, Siapkan Pembenahan Sepak Bola
Lepas Kontingen ke Porprov XVIII, Appi Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi
“Jadi kapasitasnya sekitar 16.000, 15.000 sih kapasitas terpasangnya, tapi kemungkinan ini menjadi 16.000,” jelasnya.
Penambahan kapasitas tersebut, kata Munafri, mempertimbangkan kebutuhan ruang bagi pendukung kegiatan di dalam stadion, termasuk tamu, protokol, fotografer, dan media.
“Karena kan ada akses biasanya. Umpamanya Pak Sekda datang, enggak mungkin datang sendiri, pasti banyak juga orang yang dia bawa,” ujarnya.
“Apalagi zaman sekarang ini ada protokol, ada tukang foto, ada medianya sendiri. Jadi ini butuh space yang cukup sehingga kenyamanan dalam menonton itu bisa lebih baik,” lanjut Munafri.
Baca Juga:
Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Teknologi Penyedot dan Penyemprot Air dari Jepang
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027
Appi Pimpin Demokrat Sulsel, Konsolidasi dan Pengurus Dikebut
Untuk fasilitas, stadion dirancang menggunakan kursi tunggal atau single seat. Stadion tersebut juga tidak menggunakan lintasan atletik sehingga area lapangan dapat difokuskan untuk pertandingan sepak bola.
“Fasilitasnya ada tempat duduk, single seat. Tidak ada garis lari atau lapangan atletik di luar stadion sepak bola,” katanya.
Penimbunan Jadi Tahap Awal
Munafri mengatakan, pemerintah akan memastikan terlebih dahulu pekerjaan penimbunan sesuai dengan luasan kawasan stadion sebelum pembangunan fisik dilanjutkan ke tahap berikutnya.
“Yang jelas kita pastikan dulu penimbunan sesuai dengan luasan dari stadion yang akan dibangun,” ujarnya.
Setelah penimbunan, pemerintah akan melanjutkan proses penganggaran dan pengembangan fasilitas lainnya di kawasan tersebut. Menurut Munafri, sejumlah rencana pengembangan telah disiapkan.
Baca Juga:
Kenang Perjuangan Politik Bersama, AHY Sambut Hangat Appi di Demokrat Sulsel
Rakornas TPAKD 2026, Appi Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo
Appi Tekankan Profesionalitas Guru di Era Digital, AI Jadi Tantangan Pendidikan
“Setelah itu ada proses penganggaran dan pengembangannya lagi ke depan, apalagi yang akan kita bangun di sana. Itu sudah ada proses perencanaan yang kita lakukan,” katanya.
Munafri juga mengaku akan memanggil pihak pemenang tender untuk memastikan pola kerja dan tahapan pelaksanaan pembangunan. Hal itu penting karena pekerjaan penimbunan harus memperhitungkan kondisi cuaca.
“Kami memanggil dulu untuk memastikan, melihat seperti apa pola kerja, apa yang akan dilakukan oleh pemenang tender ini, karena waktunya kasihan. Dibutuhkan effort yang luar biasa, apalagi dalam proses penimbunan. Saya takut jangan sampai bekerja berkejar-kejaran dengan musim penghujan,” ujarnya.
Ditargetkan Rampung Januari
Untuk pekerjaan penimbunan, Munafri menargetkan seluruh tahapan tersebut dapat diselesaikan hingga Januari sehingga pembangunan konstruksi dapat segera berlanjut.
“Targetnya itu kalau umpamanya bisa selesai sampai di bulan satu, sudah penimbunan semuanya,” katanya.
Munafri memastikan pembangunan Stadion Untia menggunakan skema multiyears. Dengan demikian, pencairan anggaran dilakukan berdasarkan tahapan dan progres pekerjaan, bukan sekaligus.
“Multiyears,” tegasnya.
Terkait anggaran pembangunan, Munafri mengatakan pencairan tidak dilakukan sekaligus. Pembayaran akan mengikuti progres pekerjaan dan tahapan yang telah ditetapkan dalam dokumen tender.
“Enggak dong, kan ada progresnya, ada tahapannya. Sesuai dengan persyaratan pada saat mereka mengikuti bidding tender,” jelasnya.
Munafri menambahkan, perusahaan pemenang tender memiliki pengalaman dalam mengerjakan proyek sejenis. Namun, proses penilaian terhadap peserta tender dilakukan oleh pokja sesuai ketentuan pengadaan.
“Pemenang tender ini memang sudah punya banyak pengalaman. Ada beberapa pengalaman mereka dan ini kan ada pokja yang menilai. Jadi, kita tidak ada di dalam wilayah itu. Kita cuma melihat pokjanya menilai dan sebagainya, administrasinya, kemampuan finansialnya, pengalamannya, dan sebagainya,” pungkas Munafri.








