MAKASSARTIME.COM— Kota Makassar dipercaya menjadi tuan rumah Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang akan berlangsung pada 23–24 Juni 2026. Kegiatan yang digagas Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) ini akan diikuti delegasi dari 28 negara sahabat dan menjadi ajang promosi potensi ekonomi, investasi, pariwisata, serta kuliner Makassar dan Sulawesi Selatan di tingkat internasional.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari diplomasi publik Indonesia untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat internasional melalui pendekatan kuliner.
Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, Ani Nigeriawati, mengatakan program Indonesia Gastrodiplomacy Series telah diluncurkan sejak Desember 2023 sebagai upaya membuka akses informasi mengenai potensi daerah di Indonesia kepada komunitas internasional.
“Jadi inisiatif ini kita luncurkan sejak bulan Desember tahun 2023 dengan tujuan utamanya adalah untuk mendukung dan menjembatani terbukanya informasi mengenai potensi yang dimiliki oleh daerah, baik di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, dan bidang-bidang strategis lainnya melalui kuliner sebagai sebuah instrumen yang kami nilai sangat efektif untuk mendekatkan negara-negara sahabat kepada Indonesia,” ujarnya.
Menurut Ani, gastrodiplomasi merupakan instrumen diplomasi lunak (soft power diplomacy) yang efektif sekaligus mendukung program nasional Indonesia Spice Up the World dan promosi rempah-rempah Indonesia di kancah global.
“Ini adalah instrumen dari soft power diplomasi yang cukup efektif dan secara visi besarnya kita ini juga mendukung sebuah kampanye nasional, program nasional Indonesia Spice Up World dan juga ada program rasa rempah Indonesia. Sehingga konstituen internasional, kalangan diplomatik, masyarakat asing itu bisa tidak hanya menikmati kuliner Indonesia tetapi yang terpenting adalah narasi di balik itu dan juga identitas yang dibawa,” katanya.
Sebelum digelar di Makassar, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur pada 2024 dan Nusa Tenggara Barat pada 2025. Ani menjelaskan, Makassar dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, logistik, dan maritim di kawasan Indonesia Timur.
“Makassar ini kan adalah salah satu jangkar, jangkar kota maritim, jangkar dari perdagangan logistik di wilayah atau di kawasan Indonesia Timur dengan berbagai macam potensi yang ada,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Kemlu RI memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tersebar di berbagai daerah, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.
Baca Juga:
Memilah di Dapur, Mencampur di Truk
Siswa Tak Lolos Sekolah Negeri? Pemkot Makassar Siapkan 67 Sekolah Swasta Gratis
Tiga Partai Non-Parlemen Siap Edukasi Masyarakat Soal Penataan PKL
“Kita ini memiliki satu tanggung jawab. Our shared responsibility untuk bisa memperkenalkan bahwa epicentrum ekonomi Indonesia itu tidak hanya terpusat di Pulau Jawa,” tuturnya.
Selain itu, Makassar dinilai memiliki modal kuat dalam membangun jejaring internasional melalui berbagai kerja sama luar negeri, termasuk hubungan sister city dengan sejumlah negara sahabat dan keberadaan kantor konsulat jenderal beberapa negara.
“Dan kami juga sudah mencatat bahwa Makassar ini memiliki sejumlah kerjasama atau sister city dengan sejumlah negara sahabat. Ada konsul jenderal juga ya, di sini Jepang, Australia. Nah ini merupakan shared responsibility, common responsibility dari kami kementerian luar negeri sebagai penghubung dengan pihak luar negeri,” katanya.
Ani mengungkapkan antusiasme komunitas internasional terhadap penyelenggaraan IGS 2026 di Makassar cukup tinggi. Jumlah negara peserta bahkan bertambah menjadi 28 negara yang berasal dari kawasan Asia Pasifik, Afrika, Amerika, dan Eropa.
Baca Juga:
Mayoritas DPD II Tetap Solid ke Appi, Diskresi IAS Dinilai Tak Berpengaruh
Pemkot Makassar dan Pengadilan Agama Siapkan Perwalian Resmi bagi Anak Panti Asuhan
Usai Penertiban, Pemkot Makassar Benahi Trotoar Jalan Tinumbu
“Ya jumlahnya nambah nih mbak, jadi 28 negara-negara sahabat dari kawasan Asia, Pasifik, Afrika dan juga dari Amerika dan Eropa. Jadi minatnya ke Makassar tinggi sekali ya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kemlu RI berharap jejaring Kota Makassar dengan komunitas diplomatik internasional semakin luas dan membuka peluang kerja sama di berbagai sektor.
“Kita harus membangun jejaring, memperluas dari jejaring kota Makassar dengan komunitas diplomatik. Barangkali ada yang belum tereksplor dan belum pernah terkonek, nah ini kesempatan untuk konek,” katanya.
Selain promosi kuliner, rangkaian kegiatan juga akan menghadirkan forum bisnis dan investasi yang mempertemukan delegasi asing dengan pelaku usaha serta pemangku kepentingan di Makassar.
“Di situ akan menjadi satu momentum yang sangat ideal untuk bisa memperkenalkan what we want to offer, apa yang ingin kita tawarkan, kolaborasi dan kemitraan dengan negara-negara sahabat. Karena kami meyakini peluang trade, tourism dan investment di Makassar itu sangat besar,” jelasnya.
Ani berharap momentum Indonesia Gastrodiplomacy Series mampu mendorong pelaku usaha lokal dan UMKM Makassar semakin dikenal di tingkat global.
Baca Juga:
Appi Lantik 153 Imam Kelurahan, Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Disiapkan
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Lepas 38 Delegasi IGS dari Berbagai Negara
Pemkot Makassar Tertibkan 19 Pedagang Kelapa Sekitar Benteng Rotterdam
“Kesempatan melalui Indonesia Gastro Diplomasi Series ini, kita ingin mempertemukan juga, kerjasama tentunya dengan Pemkot Makassar, dengan pelaku-pelaku usaha. Dan potensi dari UMKM, potensi dari local economy Makassar, supaya bisa lebih go global,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten III Pemerintah Kota Makassar sekaligus Koordinator Pelaksanaan IGS 2026, Firman Pagarra, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Makassar sebagai tuan rumah penyelenggaraan IGS tahun ini.
“Pemerintah Kota Makassar mengucapkan terima kasih atas terpilihnya dan ditunjuknya menjadi tuan rumah pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026,” ujarnya.
Firman mengatakan Makassar dipilih karena memiliki berbagai potensi strategis yang dapat diperkenalkan kepada negara-negara peserta, baik di bidang ekonomi, jasa, maupun investasi.
“Karena Makassar dianggap memiliki potensi-potensi, baik itu secara ekonomi, secara jasa, dan mungkin secara investasi, memiliki nilai-nilai tersendiri yang mungkin bisa nanti terkoneksi kepada beberapa negara yang akan datang pada IGS 2026 ini,” katanya.
Menurutnya, sejak ditunjuk sebagai tuan rumah, Pemkot Makassar telah melakukan berbagai persiapan dan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk unsur pengamanan.
“Kalau ditanya mengenai kesiapannya, Alhamdulillah, dari ketika pertama kali kami dari Pemerintah Kota Makassar dihubungi untuk menjadi tuan rumah, itu sudah melakukan beberapa persiapan-persiapan, dan sudah beberapa kali melakukan koordinasi juga dengan pihak-pihak pengamanan,” ungkapnya.
Firman menambahkan, seluruh kepala daerah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan turut diundang untuk berpartisipasi dalam forum bisnis dan investasi guna memperkenalkan potensi daerah masing-masing kepada para delegasi asing.
Dalam rangkaian kegiatan, para delegasi dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda, mulai dari jamuan makan malam penyambutan (welcome dinner) di Fort Rotterdam, forum bisnis dan investasi, hingga pelayaran menggunakan kapal Phinisi.
Menurut Firman, agenda welcome dinner menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Makassar sebagai pintu masuk diplomasi dan interaksi antarnegara.
Ia juga memastikan seluruh UMKM dan perusahaan yang akan terlibat dalam forum bisnis telah melalui proses kurasi oleh perangkat daerah terkait. Sebanyak 20 booth UMKM dan booth pelayanan investasi akan ditampilkan dalam forum tersebut.
Selain pameran produk, kegiatan itu juga akan menghadirkan business matching antara pelaku usaha lokal dan delegasi asing guna membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.
Melalui Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026, Pemerintah Kota Makassar berharap potensi ekonomi, investasi, pariwisata, dan produk unggulan daerah semakin dikenal di tingkat internasional serta mampu membuka peluang kerja sama baru dengan berbagai negara sahabat.








