DISWAY, SULSEL – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas ke-46 yang dirangkaikan dengan Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (9/7/2026).
Pada kegiatan Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik berkolaborasi dengan
diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan PT Vale Indonesia, PT Antam Tbk, SKK Migas, Pertamina Hulu Mahakam, dan Pertamina EP sebagai upaya mendorong lahirnya bidang usaha baru Dekranas melalui penguatan industri kriya berbasis potensi daerah. Tahun ini, Kota Makassar dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan.
Acara dihadiri Ketua Harian Dekranas, Tri Suswati Tito Karnavian, Wakil Ketua Harian II Dekranas, Sri Suparni Bahlil, Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina, jajaran pengurus Dekranas, Dekranasda se-Indonesia, pelaku UMKM, perajin, akademisi, serta mitra industri dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Harian Dekranas, Tri Suswati Tito Karnavian. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengembangan industri kerajinan yang memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan.
“Tingginya permintaan terhadap produk kerajinan harus diimbangi dengan perhatian terhadap aspek ramah lingkungan agar ketersediaan bahan baku tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Tri Suswati berharap pembinaan terhadap para perajin tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga memperkuat akses pemasaran. Menurutnya, hasil karya para perajin harus mampu hadir dalam berbagai pameran, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.
“Produksi yang dibuat para perajin akan semakin bernilai apabila didukung pemasaran yang baik. Kami berharap produk-produk binaan Kementerian ESDM dapat tampil di berbagai pameran nasional hingga internasional dan membuktikan bahwa kualitas kriya Indonesia mampu bersaing di dunia,” ujarnya.
Sementara itu, sambutan Ketua Dekranasda Kota Makassar, yang dibacakan oleh Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Makassar, Rosnani Raja asih, mengatakan peringatan HUT Dekranas ke-46 menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pengembangan industri kriya.
Baca Juga:
Lontara+ dan SALAMA Jadi Inovasi Pemkot Makassar dalam Penilaian IGA Kemendagri 2026
Banjir Sponsor, Manajemen Spektamagis Batasi Kerja Sama Demi Jaga Integritas Acara
Investasi Makassar Tumbuh 22,07 Persen, DPMPTSP Bidik Rp6 Triliun
“Kami sampaikan ucapan terima kasih Ketua Dekranasda Makassar kepada Kementerian ESDM atas terselenggaranya Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik yang menghadirkan ruang pembelajaran, kolaborasi, sekaligus promosi bagi para pelaku usaha kriya di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan 46 tahun Dekranas merupakan momentum untuk terus memperkuat peran dalam membina, memberdayakan, dan mempromosikan karya anak bangsa. “Di tengah perkembangan zaman, para perajin dituntut mampu menjaga nilai tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tren pasar, dan kebutuhan konsumen,” lanjutnya.
“Pameran Kriya Etnik menjadi etalase kekayaan budaya Indonesia. Setiap karya yang dipamerkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan sejarah, identitas budaya, kearifan lokal, serta kreativitas yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya
Bagi Kota Makassar, lanjutnya, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya menjadi salah satu sektor yang terus didorong melalui pembinaan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, kemitraan, dan perluasan akses pasar.
Baca Juga:
Festival Bulan Budaya Makassar jadi Ruang Ekspresi Seniman Lokal
Sambut HUT ke-419 Makassar, Pemkot Targetkan Bedah 419 Rumah Warga
ISKI Sulsel Konsolidasikan Pengurus, Bahas Program Kerja dan Kontribusi Alumni
“Kemajuan industri kriya akan memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam Coaching Clinic tersebut, peserta memperoleh berbagai materi, di antaranya membangun brand produk kriya unggulan yang berdaya saing, pengembangan desain, motif dan warna, serta pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Diharapkan melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM dan perajin mampu menghasilkan produk yang semakin inovatif, memiliki identitas yang kuat, terlindungi secara hukum, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.








