Hadiri HUT KPI Gereja Toraja, Appi: Kota Makassar Dibangun dengan Semangat Kebersamaan

- Pewarta

Sabtu, 25 April 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

MAKASSARTIME.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri Perayaan Paskah dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke XXIII Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) yang dilaksanakan oleh Gereja Toraja Jemaat Tamalanrea, Sabtu (25/4/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kota Makassar itu disambut hangat jajaran pendeta, pengurus gereja, tokoh masyarakat, serta jemaat yang memadati lokasi acara.

Munafri menyampaikan apresiasi atas undangan untuk hadir bersama jemaat dalam momentum perayaan keagamaan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kota Makassar dalam berbagai kegiatan lintas agama merupakan bentuk komitmen membangun kota secara inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kehadiran saya bukan secara pribadi, tapi memberikan gambaran bahwa Pemerintah Kota Makassar, benar-benar akan membangun kota ini dengan inklusif, melibatkan seluruh stakeholder dan seluruh elemen,” ujarnya.

Appi juga menyampaikan Kota Makassar, saat ini terus menunjukkan citra sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2025 lalu, kota Makassar berhasil meraih Harmony Award dari Kementerian Agama RI.

Capaian tersebut sebagai representasi bahwa masyarakat di kota ini berhasil merawat ruang yang inklusif.

“Alhamdulillah 2026 lalu, Kota Makassar mendapat penghargaan karena nilai toleransi kita sangat baik di kota ini,” katanya.

Meski demikian, Appi menekankan pembangunan masyarakat yang inklusif tidak berhenti disitu, masyarakat perlu memahami nilai-nilai kebersamaan sebagai modal penting dalam menjaga harmoni sosial yang akan memperkuat pembangunan daerah.

Lebih jauh, Appi juga menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk hidup berdampingan dan saling mendukung sebagai sesama warga kota.

“Yang membedakan kita cuma akidah. Tetapi untuk hidup bersama-sama, tidak ada yang bisa membatasi kita untuk hidup saling berdampingan, saling bergandengan tangan demi tujuan untuk membangun Kota Makassar yang kita cintai ini,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Memilah di Dapur, Mencampur di Truk ​
Siswa Tak Lolos Sekolah Negeri? Pemkot Makassar Siapkan 67 Sekolah Swasta Gratis
Tiga Partai Non-Parlemen Siap Edukasi Masyarakat Soal Penataan PKL
Pemkot Makassar dan Pengadilan Agama Siapkan Perwalian Resmi bagi Anak Panti Asuhan
Usai Penertiban, Pemkot Makassar Benahi Trotoar Jalan Tinumbu
Appi Lantik 153 Imam Kelurahan, Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Disiapkan
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Lepas 38 Delegasi IGS dari Berbagai Negara
Pemkot Makassar Tertibkan 19 Pedagang Kelapa Sekitar Benteng Rotterdam

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:50 WIB

Memilah di Dapur, Mencampur di Truk ​

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:52 WIB

Siswa Tak Lolos Sekolah Negeri? Pemkot Makassar Siapkan 67 Sekolah Swasta Gratis

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:19 WIB

Tiga Partai Non-Parlemen Siap Edukasi Masyarakat Soal Penataan PKL

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:35 WIB

Pemkot Makassar dan Pengadilan Agama Siapkan Perwalian Resmi bagi Anak Panti Asuhan

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:34 WIB

Appi Lantik 153 Imam Kelurahan, Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Disiapkan

Berita Terbaru

Info Makassar

Memilah di Dapur, Mencampur di Truk ​

Sabtu, 27 Jun 2026 - 12:50 WIB

Info Makassar

Tiga Partai Non-Parlemen Siap Edukasi Masyarakat Soal Penataan PKL

Jumat, 26 Jun 2026 - 12:19 WIB