MAKASSARTIME.COM – Seorang anak berusia 10 tahun, Muhammad Afid Al Imran, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di perairan depan Masjid 99 Kubah, Kota Makassar, Kamis (2/7/2026) petang.
Korban merupakan warga Jalan Kakatua II Nomor 40, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menerima laporan kejadian sekitar pukul 17.45 Wita dan segera mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian.
Sebanyak 20 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut bersama unsur Damkarmat Makassar, Satpol PP Provinsi Sulawesi Selatan, serta relawan dan potensi SAR.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan pencarian dilakukan dengan menyisir titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.
“Begitu menerima laporan, personel kami langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian secara intensif bersama seluruh unsur yang terlibat,” kata Fadli Tahar.
Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih satu jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 18.37 Wita dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan sekitar 10 hingga 15 meter dari titik terakhir terlihat sebelum tenggelam. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa bermula saat korban mandi bersama dua saudaranya di perairan depan Masjid 99 Kubah. Ketiganya sempat tenggelam, namun dua saudaranya berhasil menyelamatkan diri.
Baca Juga:
Politik, Ibadah, dan Jalan Sunyi Seorang Pemimpin
Di Balik Umrah Appi: Politik, Martabat, dan Siri’ na Pacce
Sistem TPA Residu Segera Diterapkan DLH Makassar Genjot Edukasi
Kedua anak tersebut kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar karena korban tidak lagi terlihat di permukaan air. Laporan itu kemudian diteruskan kepada BPBD Kota Makassar sehingga operasi pencarian segera dilakukan.
Fadli Tahar mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan perairan.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengawasi anak-anak ketika berada di sekitar sungai, pantai, maupun perairan terbuka. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Fadli Tahar








