HUT Dekranas ke-46, Dekranasda Makassar Perkuat Kolaborasi Majukan Industri Kriya dan UMKM

- Pewarta

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DISWAY, SULSEL – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas ke-46 yang dirangkaikan dengan Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (9/7/2026).

Pada kegiatan Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik berkolaborasi dengan

diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan PT Vale Indonesia, PT Antam Tbk, SKK Migas, Pertamina Hulu Mahakam, dan Pertamina EP sebagai upaya mendorong lahirnya bidang usaha baru Dekranas melalui penguatan industri kriya berbasis potensi daerah. Tahun ini, Kota Makassar dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan.

Acara dihadiri Ketua Harian Dekranas, Tri Suswati Tito Karnavian, Wakil Ketua Harian II Dekranas, Sri Suparni Bahlil, Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina, jajaran pengurus Dekranas, Dekranasda se-Indonesia, pelaku UMKM, perajin, akademisi, serta mitra industri dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Harian Dekranas, Tri Suswati Tito Karnavian. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengembangan industri kerajinan yang memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan.

“Tingginya permintaan terhadap produk kerajinan harus diimbangi dengan perhatian terhadap aspek ramah lingkungan agar ketersediaan bahan baku tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Tri Suswati berharap pembinaan terhadap para perajin tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga memperkuat akses pemasaran. Menurutnya, hasil karya para perajin harus mampu hadir dalam berbagai pameran, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.

“Produksi yang dibuat para perajin akan semakin bernilai apabila didukung pemasaran yang baik. Kami berharap produk-produk binaan Kementerian ESDM dapat tampil di berbagai pameran nasional hingga internasional dan membuktikan bahwa kualitas kriya Indonesia mampu bersaing di dunia,” ujarnya.

Sementara itu, sambutan Ketua Dekranasda Kota Makassar, yang dibacakan oleh Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Makassar, Rosnani Raja asih, mengatakan peringatan HUT Dekranas ke-46 menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pengembangan industri kriya.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih Ketua Dekranasda Makassar kepada Kementerian ESDM atas terselenggaranya Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik yang menghadirkan ruang pembelajaran, kolaborasi, sekaligus promosi bagi para pelaku usaha kriya di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan 46 tahun Dekranas merupakan momentum untuk terus memperkuat peran dalam membina, memberdayakan, dan mempromosikan karya anak bangsa. “Di tengah perkembangan zaman, para perajin dituntut mampu menjaga nilai tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tren pasar, dan kebutuhan konsumen,” lanjutnya.

“Pameran Kriya Etnik menjadi etalase kekayaan budaya Indonesia. Setiap karya yang dipamerkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan sejarah, identitas budaya, kearifan lokal, serta kreativitas yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya

Bagi Kota Makassar, lanjutnya, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya menjadi salah satu sektor yang terus didorong melalui pembinaan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, kemitraan, dan perluasan akses pasar.

“Kemajuan industri kriya akan memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam Coaching Clinic tersebut, peserta memperoleh berbagai materi, di antaranya membangun brand produk kriya unggulan yang berdaya saing, pengembangan desain, motif dan warna, serta pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Diharapkan melalui pelatihan ini,  para pelaku UMKM dan perajin mampu menghasilkan produk yang semakin inovatif, memiliki identitas yang kuat, terlindungi secara hukum, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Berita Terkait

Lontara+ dan SALAMA Jadi Inovasi Pemkot Makassar dalam Penilaian IGA Kemendagri 2026
Investasi Makassar Tumbuh 22,07 Persen, DPMPTSP Bidik Rp6 Triliun
Festival Bulan Budaya Makassar jadi Ruang Ekspresi Seniman Lokal
Sambut HUT ke-419 Makassar, Pemkot Targetkan Bedah 419 Rumah Warga
Festival Bulan Budaya Resmi Buka Rangkaian HUT ke-419 Kota Makassar
Ecoenzyme dan Jalan Baru Mitigasi Krisis Ekologis Kota Makassar
Kota Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026
Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Lontara+ dan SALAMA Jadi Inovasi Pemkot Makassar dalam Penilaian IGA Kemendagri 2026

Selasa, 3 November 2026 - 13:59 WIB

Investasi Makassar Tumbuh 22,07 Persen, DPMPTSP Bidik Rp6 Triliun

Selasa, 3 November 2026 - 10:48 WIB

Festival Bulan Budaya Makassar jadi Ruang Ekspresi Seniman Lokal

Senin, 2 November 2026 - 20:45 WIB

Sambut HUT ke-419 Makassar, Pemkot Targetkan Bedah 419 Rumah Warga

Minggu, 1 November 2026 - 07:17 WIB

Festival Bulan Budaya Resmi Buka Rangkaian HUT ke-419 Kota Makassar

Berita Terbaru

Info Makassar

Investasi Makassar Tumbuh 22,07 Persen, DPMPTSP Bidik Rp6 Triliun

Selasa, 3 Nov 2026 - 13:59 WIB

Info Makassar

Festival Bulan Budaya Makassar jadi Ruang Ekspresi Seniman Lokal

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:48 WIB

Info Makassar

Sambut HUT ke-419 Makassar, Pemkot Targetkan Bedah 419 Rumah Warga

Senin, 2 Nov 2026 - 20:45 WIB