MAKASSARTIME.COM— Pemerintah Kota Makassar membuka ruang seluas-luasnya bagi pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk memanfaatkan momentum Forum Business Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 sebagai sarana membangun jejaring kerja sama dan investasi dengan mitra internasional.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, Mario Said, menegaskan bahwa IGS 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi bagi Kota Makassar, tetapi juga wadah bagi daerah lain di Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan potensi unggulannya kepada para delegasi asing yang hadir.
Menurut Mario,Pemerintah Kota Makassar memberikan ruang dan fasilitas untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan perwakilan negara sahabat dalam berbagai sesi pertemuan.
“Pada kegiatan ini memang tidak ada sesi presentasi khusus untuk setiap daerah. Namun, kami memberikan ruang dan kesempatan bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk berkomunikasi langsung dengan para delegasi asing yang hadir. Kami memfasilitasi pertemuan dan interaksi tersebut agar potensi daerah dapat diperkenalkan secara lebih luas,” ujar Mario di sela Business Forum IGS 2026 di The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026).
Ia mengungkapkan, sebanyak 23 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sebagian besar daerah diwakili oleh wakil bupati maupun kepala DPM-PTSP karena sejumlah kepala daerah sedang mengikuti agenda nasional di Gorontalo.
Menurut Mario, keterlibatan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat penyelenggaraan IGS 2026 bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
“Kami ingin manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh Kota Makassar, tetapi juga oleh seluruh daerah di Sulawesi Selatan. Karena itu, kami membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya agar mereka dapat menjalin hubungan dengan calon mitra maupun investor dari luar negeri,” katanya.
Rangkaian kegiatan IGS 2026 dikemas secara komprehensif melalui berbagai agenda, mulai dari pembukaan, talkshow yang menghadirkan pelaku usaha dan akademisi, hingga sesi pertemuan Business-to-Business (B2B) dan Government-to-Government (G2G).
Dalam forum tersebut, sekitar 20 pelaku usaha lokal turut dilibatkan untuk mempromosikan berbagai komoditas unggulan Indonesia Timur kepada para delegasi internasional.
Baca Juga:
Memilah di Dapur, Mencampur di Truk
Siswa Tak Lolos Sekolah Negeri? Pemkot Makassar Siapkan 67 Sekolah Swasta Gratis
Tiga Partai Non-Parlemen Siap Edukasi Masyarakat Soal Penataan PKL
Mario menyebut sektor perikanan menjadi komoditas yang paling banyak menarik perhatian para investor asing. Hal itu didukung oleh karakteristik Sulawesi Selatan sebagai daerah maritim dengan potensi sumber daya laut yang besar.
“Salah satu sektor yang paling diminati adalah perikanan, khususnya hasil laut atau seafood. Sulawesi Selatan memiliki potensi maritim yang sangat besar dan menjadi salah satu komoditas unggulan yang kami tawarkan kepada negara-negara yang hadir,” jelasnya.
Selain hasil perikanan, komoditas unggulan lain seperti kopi dan rempah-rempah juga mendapatkan perhatian dari para delegasi yang mengikuti forum bisnis tersebut.
Mario menambahkan, sejumlah perusahaan lokal, termasuk PT Bomar, telah menjalin komunikasi dan pembahasan lanjutan dengan calon investor dari luar negeri terkait peluang kerja sama dan ekspansi pasar.
Baca Juga:
Mayoritas DPD II Tetap Solid ke Appi, Diskresi IAS Dinilai Tak Berpengaruh
Pemkot Makassar dan Pengadilan Agama Siapkan Perwalian Resmi bagi Anak Panti Asuhan
Usai Penertiban, Pemkot Makassar Benahi Trotoar Jalan Tinumbu
Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar juga memanfaatkan forum tersebut untuk mempromosikan peluang investasi di sektor infrastruktur dan pariwisata.
Salah satu proyek yang diperkenalkan kepada calon investor adalah pengembangan kawasan wisata Pulau Lanjukang yang saat ini telah memiliki dokumen perencanaan dan kajian yang disiapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar.
“Selain sektor perdagangan dan komoditas unggulan, kami juga menawarkan peluang investasi di bidang infrastruktur dan pariwisata, termasuk pengembangan destinasi wisata Pulau Lanjukang yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan,” ujarnya.
Melalui berbagai pertemuan yang difasilitasi dalam IGS 2026, Pemerintah Kota Makassar berharap kegiatan tersebut dapat menjadi gerbang terbukanya peluang investasi baru yang memberikan manfaat bagi seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
“Kami berharap IGS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama internasional dan membuka peluang investasi yang lebih merata bagi seluruh daerah di Sulawesi Selatan,” pungkas Mario. (*)








