MAKASSARTIME.COM– Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata menyiapkan Pulau Lanjukang sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan wisata bahari. Program ini merupakan bagian dari visi pembangunan sektor pariwisata yang berfokus pada potensi kepulauan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun perencanaan komprehensif untuk pengembangan pulau-pulau di Makassar dengan konsep kepariwisataan terpadu.
“Iya, jadi sesuai dengan visi-misi Pemerintah Kota, salah satu fokusnya adalah pembangunan sektor pariwisata, khususnya pariwisata bahari. Kita memiliki potensi pulau yang besar, dan Pulau Lanjukang akan menjadi proyek percontohan,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah langkah awal telah dilakukan, mulai dari tahap perencanaan hingga persiapan lelang pembangunan fasilitas yang ditargetkan berlangsung pada pertengahan tahun ini.
Ia menjelaskan, prioritas utama pembangunan adalah dermaga wisata yang dirancang khusus, berbeda dengan dermaga transportasi pada umumnya.
“Prioritas pertama kita adalah dermaga wisata. Dari segi desain dan peruntukannya berbeda. Dermaga ini kita rancang agar kapal pinisi bisa bersandar, dengan panjang sekitar 80 meter menjorok ke pantai,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, Dinas Pariwisata juga menyiapkan konsep konten wisata yang akan dihadirkan di Pulau Lanjukang, mulai dari transportasi menuju lokasi, fasilitas di pulau, hingga pengalaman wisata secara menyeluruh (end-to-end).
“Kami merencanakan dari A sampai Z, mulai dari transportasi, fasilitas, hingga konten yang akan dinikmati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, agar mereka merasa aman dan nyaman,” tambahnya.
Untuk mendukung program ini, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA).
Baca Juga:
Bapenda Ungkap Tren Positif Pajak Hiburan di RDP DPRD Makassar
Kelurahan Butung Kembangkan Urban Farming untuk Ketahanan Pangan
Appi Dorong Transformasi Mandiri Pangan, Ekonomi Bergerak, Lingkungan Terjaga Lewat Urban Farming
Pulau Lanjukang dipilih karena dinilai masih alami dan belum banyak tersentuh pembangunan, berbeda dengan beberapa pulau lain seperti Samalona yang telah mengalami berbagai intervensi.
“Lanjukang ini masih murni. Potensinya luar biasa, seperti snorkeling, diving, dan eco-tourism. Kita juga akan mengembangkan konservasi terumbu karang,” katanya.
Meski demikian, Hendra menegaskan bahwa konsep pembangunan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan. Pembangunan masif akan dihindari, termasuk pemilihan material yang ramah lingkungan.
“Kita tidak akan melakukan pembangunan besar-besaran. Bahkan untuk dermaga, kita pilih menggunakan material kayu agar tetap menjaga kelestarian alam,” tegasnya.
Baca Juga:
May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Perayaan Buruh yang Aman dan Inklusif
Komisi B DPRD Makassar Desak Direksi Baru PDAM Atasi Krisis Air Wilayah Utara
Konjen Jepang Ohashi Koichi Apresiasi Munafri Bawa Makassar Raih Penghargaan Nasional
Untuk anggaran, pembangunan dermaga diperkirakan menelan biaya sekitar Rp3 miliar, yang menjadi komponen terbesar dalam proyek ini. Sementara itu, fasilitas lainnya akan dibangun secara bertahap dengan skala yang lebih kecil.
“Anggaran terbesar memang untuk dermaga. Selebihnya kita minimalisir konstruksi agar tetap menjaga keaslian alam di sana. Anggaran ini masuk dalam tahun 2024,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Makassar menargetkan fasilitas dasar di Pulau Lanjukang dapat terpenuhi dalam tahun ini sebagai langkah awal pengembangan destinasi wisata bahari unggulan.






